Diplomat AS Lolos dari Serangan, Islamabad Diguncang Bom
Lynee Tracy, seorang diplomat AS di Pakistan lolos dari serangan sekelompok orang bersenjata yang memberondong kendaraan Tracy ketika sedang melintas di jalan di kota Peshawar, North Western Frontier Province (NWFP), provinsi di Pakistan yang berbatasan dengan Afghanistan, Selasa (26/8).
Tracy selamat karena mobil yang digunakannya mobil anti-peluru. Serangan terjadi ketika Tracy sedang dalam perjalanan ke konsulat AS di Peshawar, tempat ia bekerja. Menurut sumber-sumber di kepolisian Pakistan, sebuah kendaraan Land Cruiser tiba-tiba muncul dan menghadang mobil diplomat AS itu. Kemudian, seorang laki-laki di dalam Land Cruiser menurunkan kaca jendela dan langsung melepaskan tembakan dengan menggunakan senjata Kalashnikov ke arah mobil Tracy yang saat itu ditemani oleh seorang petugas keamanan.
Sopir Tracy langsung tancap gas, hingga menabrak sebuah gerobak. Orang yang membawa gerobak luka-luka, mobil diplomat AS mengalami kerusakan kecil dan seluruh penumpang dalam mobil diplomat selamat, tidak terluka sedikit pun. Sementara pelaku serangan, melarikan diri.
Konsulat AS menjelaskan kejadian itu sebagai sebuah insiden keamanan yang melibatkan tiga pegawainya, tanpa menjelaskan nama atau posisi pegawainya tersebut. Namun diketahui, Tracy adalah salah satu diplomat penting AS yang ditugaskan di Peshawar.
Serangan ini terjadi sehari setelah pemerintah Pakistan mengumumkan bahwa kelompok Taliban adalah kelompok terlarang di Pakistan. Kelompok ini mengaku bertanggung jawab atas sejumlah serangan bom yang terjadi di Pakistan, termasuk serangan bom di pabrik senjata Pakistan yang menewaskan lebih dari 70 orang.
Ledakan Bom di Islamabad
Tak lama setelah peristiwa serangan terhadap diplomat AS di Peshawar, Selasa tengah malam terjadi ledakan bom di ibukota Pakistan, Islamabad. Ledakan terjadi di sebuah cafe yang terletak di pinggir jalan, menewaskan tujuh orang dan 20 orang lainnya luka-luka.
Pejabat kepolisian Pakistan bernama Ahmed Latif mengatakan, ledakan itu berasal dari bom dengan daya ledak kecil, namun belum diketahui siapa pelaku serangan, apa motifnya dan mengapa cafe yang dipilih sebagai target serangan. Menurut Latif, kelompok-kelompok militan di Pakistan, jarang yang menargetkan tempat-tempat umum di mana terdapat banyak warga sipil sebagai target serangannya.
Sejak mundurnya Pervez Musharraf dari kursi kepresidenan, Pakistan mengalami serangan bom beruntun dalam dua pekan terakhir. Para analis politik di Pakistan sudah mempekirakan akan terjadi eskalasi aksi-aksi kekerasan di negeri itu pasca mundurnya Musharraf. Situasi Pakistan makin tidak menguntungkan karena di tubuh partai koalisi yang menguasai pemerintahan juga terjadi perpecahan. (ln/aljz/presstv)