Dituding Jadi Biang Kerok Efisiensi Anggaran, Begini Respons Jokowi

eramuslim.com - Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapan terkait tudingan bahwa efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintahan Prabowo Subianto saat ini disebabkan oleh beban utang yang diwariskan dari masa kepemimpinannya.
Sejumlah pihak menilai bahwa kebijakan efisiensi anggaran berakar pada tingginya utang negara yang terbentuk selama Jokowi menjabat sebagai presiden.
Saat ditemui awak media di kediamannya di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, pada Kamis (13/2/2025) sore, Jokowi menegaskan bahwa pemerintahan Prabowo saat ini sangat berhati-hati dalam mengelola utang negara.
Ia juga menambahkan bahwa selama masa kepemimpinannya, pengelolaan utang dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan perencanaan yang matang.
Menurut Jokowi, kondisi utang negara saat ini masih dalam batas aman, yakni sekitar 39 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"Ya, pengelolaan anggaran yang saya tahu itu di negara kita itu sangat-sangat hati-hati," ujar Jokowi.
"Utang kita terhadap GDP itu kira-kira masih 38-39 persen," tambahnya.
Dengan rasio tersebut, ia menegaskan bahwa utang negara masih jauh di bawah batas ketentuan Undang-Undang, yang menetapkan batas maksimal 60 persen terhadap PDB.
"Masih jauh di bawah ketentuan Undang-Undang yang ada yaitu 60 persen," lanjutnya.
Selain itu, Jokowi juga menyoroti peran Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam mengelola kebijakan utang negara. Menurutnya, Sri Mulyani adalah sosok yang sangat kompeten dan memahami konsekuensi dari pengelolaan utang.
"Jadi masih sangat hati-hati, pengelolaan kita sangat pruden sekali karena juga Menteri Keuangannya tahu konsekuensi-konsekuensi apa yang akan terjadi apabila beban utang itu terlalu besar," ujarnya.
Lebih lanjut, Jokowi membandingkan kondisi utang Indonesia dengan negara-negara lain dan menilai bahwa utang Indonesia masih berada dalam kategori yang aman.
"Dan dibandingkan negara-negara lain, coba dibandingkan. Prosentase GDP dan utang," pungkasnya.
(Sumber: Tribunnews)