Diungkap Luhut, Ternyata Separuh Bansos di Era Jokowi Tidak Tepat Sasaran, Pengamat: Ya Ampun...

eramuslim.com - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan bahwa hanya setengah dari total anggaran bantuan sosial (bansos) sebesar Rp500 triliun yang benar-benar tersalurkan kepada penerima yang berhak.
Pernyataan ini disampaikan Luhut melalui akun Instagram pribadinya.
Menurutnya, ketidaktepatan penyaluran bansos menjadi salah satu tantangan utama dalam efektivitas program perlindungan sosial (perlinsos) selama lima tahun terakhir di bawah kepemimpinan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
"Selama lima tahun terakhir, saya melihat sendiri bagaimana efektivitas program perlindungan sosial menghadapi tantangan besar. Dari total Rp500 triliun anggaran bansos, hanya separuh yang benar-benar sampai ke tangan yang berhak," ujar Luhut.
Ia menjelaskan bahwa berbagai faktor menyebabkan ketidaktepatan sasaran ini, seperti data penerima yang ganda, penerima yang tidak memenuhi syarat, hingga masyarakat yang tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Menanggapi hal tersebut, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menyampaikan kritik bernada satir terhadap lemahnya pengawasan penyaluran bansos.
"Ya ampun, pengawasannya bagaimana selama ini ya? Bisa amsyong begini urusan bansos," tulisnya dalam unggahan di akun X pribadinya pada Minggu, 9 Februari 2025.
Adi juga menyoroti ketimpangan kebijakan pemerintah yang lebih ketat mengawasi usaha kecil dibandingkan mengatasi kebocoran anggaran dalam jumlah besar.
"Ayo MUI mana fatwanya soal begini? Malah yang diuber-uber warung eceran penjualan gas 3 kg yang dituding bikin negara rugi," tegasnya.
Jika setengah dari anggaran bansos tidak jelas alirannya, maka pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto menghadapi tantangan besar untuk memperbaiki sistem perlinsos agar tidak lagi menjadi ajang pemborosan anggaran.
"Rezim sudah ganti, yang begini mesti diungkap tuntas," tandas Adi Prayitno.
(Sumber: RMOL)