Dr. Zakir Naik Sampai ke Solo, Akan Berdakwah di Depan Ribuan Peserta, Siapakah sosok beliau?

Eramuslim.com - Pendakwah internasional asal India, Dr. Zakir Naik, resmi memulai rangkaian safari dakwah bertajuk Dr Zakir Naik Visit Indonesia 2025 dengan kota pertama: Solo. Ia tiba pada Minggu, 6 Juli 2025, dan akan memberikan ceramah pada Selasa, 8 Juli, di Gedung Edutorium K.H. Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Zakir Naik dijadwalkan menggelar ceramah di empat kota besar:
-
8 Juli – Solo (Edutorium UMS)
-
10 Juli – Malang (Stadion Gajayana)
-
12–13 Juli – Bandung (Lapangan Tritan Point)
-
18–20 Juli – Jakarta (Lapangan Hanggar Teras Pancoran)
Terbuka untuk Semua, Non-Muslim Diberi Kesempatan Khusus
Ketua panitia, Dondy Tan, menyampaikan bahwa kegiatan ini terbuka untuk umum, termasuk pemeluk agama lain. Bahkan, peserta non-Muslim akan diberikan tempat khusus di bagian depan (di belakang VIP) dan akan mendapat kesempatan bertanya pertama kali saat sesi tanya jawab.
Meskipun pendaftaran daring sudah ditutup, masyarakat tetap diperbolehkan hadir langsung tanpa registrasi. Gedung Edutorium UMS mampu menampung 8.000 hingga 10.000 orang, dan panitia memastikan tidak ada biaya masuk. Zakir Naik pun datang tanpa menerima honor untuk ceramahnya. Namun, donasi dan sponsor tetap dibuka secara sukarela.
Panitia bekerja sama dengan pihak kepolisian dan satuan pengamanan objek vital untuk memastikan acara berjalan aman dan tertib, mengingat besarnya atensi masyarakat terhadap kehadiran Zakir Naik.
Jejak Kontroversial di Dunia Internasional
Meski dikenal sebagai pendakwah produktif dan penulis ratusan konten dakwah, Zakir Naik bukan sosok yang lepas dari kontroversi. Berikut adalah beberapa sorotan publik terhadap dirinya:
1. Dituding Menginspirasi Aksi Teror di Bangladesh (2016)
Namanya mencuat setelah tersangka serangan kafe di Dhaka menyebut dirinya terinspirasi oleh ceramah Zakir. Sejak itu, Badan Kontraterorisme India menuduhnya menyebarkan ujaran kebencian dan aktivitas ilegal.
2. Organisasi Zakir Dilarang Pemerintah India
Islamic Research Foundation (IRF) miliknya resmi dilarang oleh pemerintah India pada 2016, lalu diperpanjang hingga 2021. IRF dinilai berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan menyebarkan permusuhan antar kelompok agama.
3. Mengungsi ke Malaysia
Sejak 2017, Zakir mendapat status penduduk tetap Malaysia, setelah India gagal mengekstradisinya. Meski sempat diprotes, Malaysia menolak mengekstradisi dengan alasan tidak adanya jaminan keadilan hukum bagi Naik.
4. Dilarang Bicara karena Ucapan Rasis
Masih di Malaysia, Zakir sempat dilarang tampil di publik usai mengeluarkan komentar kontroversial tentang komunitas Hindu dan etnis Tionghoa. Ia kemudian meminta maaf secara terbuka usai diperiksa polisi selama 10 jam.
Klarifikasi Wakil Gubernur Jateng Soal Tuduhan Pelarangan
Isu sempat memanas ketika Gus Yasin (Wagub Jateng Taj Yasin) disebut-sebut melarang kedatangan Zakir. Namun, ia membantah tuduhan itu, menyatakan tidak pernah dihubungi atau terlibat dengan panitia, dan mengaku baru mengetahui kabar safari dakwah dari media.
Sosok Zakir Naik Singkatnya
-
Lulusan dokter medis yang beralih menjadi pendakwah sejak 1991
-
Mendapat inspirasi dari Ahmed Deedat
-
Mendirikan lembaga pendidikan dan media dakwah seperti Peace TV dan Al Hidaayah
-
Aktif menyampaikan ceramah tentang Islam, sains, dan perbandingan agama
Meski kerap menuai kritik, Tak hanya menjadi pendakwah, Dr. Zakir Naik juga telah menulis sejumlah buku tentang agama Islam, ilmu pengetahuan dan perbandingan dengan agama lain. Bahkan artikel-artikelnya pun pernah terbit di berbagai majalah India. Dr. Zakir juga telah menerima berbagai penghargaan internasional, antara lain:
-
Sharjah Award for Voluntary Work (2013)
-
Dubai International Holy Quran Award (2013)
-
King Faisal Prize (2015)
Dr. Zakir Naik tidak pernah lelah untuk berdakwah menyampaikan ilmu serta kajian tentang Al-Qur’an, hadis dan ilmu pengetahuan modern. Dalam kurun waktu 20 tahun, beliau telah melakukan 2000 safari dakwah di berbagai negara. Dakwah Zakir Naik dikenal luas dengan pendekatan terhadap ilmiah dan rasional. Target utama dakwahnya adalah menyasar generasi muda muslim yang mulai muncul keraguan dalam diri terhadap agamanya.
Ceramah-ceramahnya juga vokal membahas perbandingan agama Islam dengan agama lain. Bahkan, Zakir Naik tidak sungkan mengundang berbagai tokoh lintas agama untuk berdialog, agar pemahaman antarumat beragama makin kuat. Banyak yang rindu dengan dakwahnya tentang Islam sebagai agama rahmatan lil alamin, Islam dan ilmu pengetahuan serta perbandingan agama lain yang dijelaskan dengan baik. Setiap safari dakwah yang dilakukannya kerap menimbulkan diskusi cukup panjang dengan para peserta.
Sumber: Tempo.co, kumparan.com, dan inilah.com