free hit counters
 

Menghancurkan Iblis, Jin, dan Setan

Eramuslim.com – Ketika Allah Swt hendak menghukum Adam a.s dengan mengeluarkannya dari surga dan mengirimnya ke bumi, iblis minta izin Allah Swt untuk dibiarkannya menyesatkan setiap anak-cucu Adam dari jalan tauhid. Iblis mendapat izin dan turunlah dia ke bumi.

Sejak itulah ada kebaikan dan kejahatan. Ada al-haq dan al-bathil. Ada para Nabi dan ada para Raja Lalim. Ada para ulama yang meneladani jalan kenabian, dan ada pula orang-orang yang memilih mengikuti jalan iblis alias jalan sesat. Jalan kenabian adalah jalan sunyi, sedangkan jalan iblis adalah jalan penuh gemerlap dan canda-tawa.

Iblis akan memalingkan manusia dari jalan tauhid dengan berbagai cara. Salah satunya dengan menjadikan aliran darah manusia sebagai rumahnya. Jika sudah ada balatentara iblis di dalam aliran darah, maka manusia mulai menjauh dari fitrahnya. Sebab itu bagi yang sadar, mereka melakukan ruqyah untuk membersihkan diri mereka dari semua anasir jahat yang tinggal di dalam aliran darahnya. Ruqyah adalah membacakan ayat-ayat Allah Swt dengan tujuan mengusir anasir-anasir iblis yang senang menghuni satu sudut dalam diri manusia. Iblis dan setan takut, kepanasan, terbakar, ketika mendengar ayat-ayat Alah Swt.

Ruqyah pribadi sudah jamak. Yang belum terpikirkan adalah ruqyah sosial.

Dalam tatanan masyarakat yang SAKIT, dalam huruf besar dan tebal, diperlukan ruqyah sosial atau ruqyah massal. Masyarakat ini harus mengusir, membakar, dan menghancurkan semua anasir-anasir iblis dan setan, yang ada di dalamnya. Caranya tentu dengan membacakan ayat-ayat Allah Swt secara massal, terus-menerus, bagai suara adzan yang tidak pernah berhenti membasuh bumi dan samudera sepanjang masa.



Ruqyah massal dengan pembacaan ayat-ayat Allah Swt akan membuat setan-setan dan iblis serta para pengikutnya kepanasan, gelisah, serba-salah, dan bahkan teriak-teriak bagai orang gila. Mereka akan dengan mudah menuding ini dan itu tanpa bukti. Bahkan mereka akan berteriak-teriak dan mengancam akan memenjarakan orang-orang yang turut membacakan ayat-ayat Allah. Setan dan iblis kepanasan.

Namun seperti halnya ruqyah pribadi, jika dalam ruqyah massal pembacaan ayat-ayat Allah saja kurang manjur, maka perlu ditambahkan dengan dipukul-pukul di titik-titik tertentu di mana diperkirakan titik tersebut merupakan tempat iblis, jin, atau setan berkumpul. Tempat jin, setan, dan iblis berkumpul harus dipukul, bahkan dihancurkan. Mereka semua harus diusir agar  bisa sehat kembali, sembuh dari sakitnya.

Dalam ruqyah massal atau ruqyah sosial, kita bisa dengan mudah mengidentifikasi siapa setan dan siapa jin, setan, atau iblis. Kita bisa dengan mudah mengelompokkan mana ulama dan orang-orang shalih yang mengikuti jalan kenabian, dan mana golongan orang yang mengikuti jalan Firaun dan para penyihirnya, Bal’am, atau Qorun. Mana yang berdiri di sisi ulama, dan mana yang berdiri di seberangnya. Mengidentifikasi ini sangatlah mudah.

Nah, jika sudah siap untuk melaksanakan ruqyah sosial, maka berniatlah yang benar semata-mata demi Allah Swt,  berwudhulah, pilih Imam, dan siapkan Kitabullah. Jangan lupa mengucap Basmallah dan juga peralatan therapinya []

Editorial Terbaru