free hit counters
 

Orang Islam Akan Hindari Istilah “Saracen”

Redaksi – Sabtu, 2 Zulhijjah 1438 H / 26 Agustus 2017 07:00 WIB

Eramuslim.com – Dalam suatu acara seminar di Universitas Airlangga, Surabaya, bersama seorang Profesor sejarah yang mendampingi Eramuslim saat membahas buku “Knights Templar Knights of Christ” (Rizki Ridyasmara), seorang mahasiswa dalam sesi tanya jawab menggunakan istilah “Saracen” untuk menyebut barisan tentara Islam pimpinan Salahuddin al Ayubi yang bergerak dari Damaskus menuju Palestina dalam Perang Salib. Sang profesor dengan tegas mengatakan kepada mahasiswa itu: “Jangan gunakan lagi istilah ‘Saracen’, karena itu sebutan penghinaan dari Kaum Salib untuk para mujahidin Islam yang hendak membebaskan Palestina..!”

Godfroy De Buillon, Sang panglima Salib, dan para komandan-komandan lapangan Salib lainnya, memang sengaja menggunakan istilah “Saracen” untuk melecehkan dan menghina pasukan kaum Muslimin yang dipimpin Salahuddin Al Ayubi yang terkenal sangat disegani Dunia Barat dan juga Timur. Istilah ini sama dengan pengertian istilah “Orang Moor” yang dilakukan para pasukan Salib dari Spanyol terhadap umat Islam.

Sebab itu pula, Inggris dalam era Perang Dingin membuat satu panser enam roda untuk pengangkut personil dan dilengkapi dengan sistem persenjataan lengkap yang dinamakanĀ “Saracen”. Panser atau Tank Beroda Ringan “Saracen” iniĀ sampai tahun 80-an masih digunakan dalam operasi keamanan di kawasan Irlandia utara. Polisi Amerika Serikat pun nyatanya sampai saat ini juga masih kesemsem dengan Saracen, buktinya panser ini digunakan tim elit SWAT sebagai kendaraan penyerbu. Penamaan “Saracen” ini disengaja untuk melecehkan Islam, sama seperti sejarah penamaan ruti “Croissant” yang berbentuk bulan sabit.

Musuh-musuh Islam di mana pun dan kapan pun selalu jeli dalam memilih nama untuk menghina, melecehkan, dan dan menistakan agama Allah Swt ini. Istilah “Saracen” hanya dipakai oleh musuh-musuh Islam, bukan berasal dari Islam. Sebab itu, ketika sekarang ada sebuah kelompok penyebar hoax yang menamakan diri sebagai Kelompok Saracen, maka ini pasti bukan berasal dari umat Islam, tapi berasal dari mereka yang memusuhi Islam, yang dibuat untuk melecehkan dan menyudutkan umat Islam Indonesia.

Aneh bin konyol binti ngawur kalau ada pihak yang menuding Kelompok Saracen didirikan oleh umat Islam. Apakah ada kelompok Kristen misalnya, yang mendirikan sebuah kelompok dengan nama Judas Iskariot? Atau Kelompok Herodes? Tentu tidak, bukan? Logikanya sama.

Kelompok Saracen jelas bukan berasal dari umat Islam, bahkan kelompok ini diduga kuat didirikan untuk memerangi umat Islam. Jika bukan didirikan oleh mereka yang selama sejarah memang selalu memusuhi umat tauhid ini, bisa jadi, ada kegiatan intelijen yang tengah bermain yang ingin terus-menerus menyudutkan umat Islam dan melemahkannya. Ini adalah cara kaum komunis, kaum yang tidak beragama, yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.

Jadi, Kelompok Saracen itu bukan berasal dari umat Islam. []

Resensi Buku : Telah Terbit, Digest 10, Untold History 2 , Penggelapan Sejarah Indonesia Hingga Reformasi

Editorial Terbaru

blog comments powered by Disqus