Pertempuran Hari Kedua: 12 Warga Afghan Tewas oleh Serangan NATO

Pasukan NATO pada hari ahad kemarin (14/2) mengakui bahwa roket mereka telah menewaskan 12 warga sipil Afghanistan selama serangan ofensif di provinsi Helmand Afghanistan selatan.
Presiden Afganistan Hamid Karzai mengeluarkan pernyataannya yang mengatakan bahwa 10 anggota keluarga dari keluarga yang sama meninggal ketika sebuah roket menghantam sebuah rumah.
Sebelum serangan dimulai pada Sabtu lalu, Karzai memohon kepada pasukan Afghanistan dan para pemimpin militer asing "untuk ekstra hati-hati guna mencegah jatuhnya korban sipil."
"Setelah mendengar kabar itu, Hamid Karzai langsung memerintahkan penyidikan sebagaimana sebelumnya ia memerintahkan bahwa operasi harus dilakukan secara hati-hati untuk mencegah warga sipil yang tak berdosa tewas," sebuah pernyataan dari kantor presiden mengatakan.
Sebuah serangan ofensif besar diluncurkan oleh pasukan Afghanistan dan pasukan internasional terhadap kubu Taliban di Afghanistan selatan telah memasuki hari dan pejabat kedua pasukan baik NATO maupun pasukan pemerintahan Afghan mengklaim pada hari kedua serangan mereka meraih kesuksesan.
"Hal ini tidak selalu berarti sebuah pertempuran senjata yang intens, namun mungkin akan menjadi 30 hari "penyelesaiannya di lapangan," kata Brigjen Larry Nicholson.
Tidak seperti Fallujah
Kapten Ryan Sparks membandingkan intensitas pertempuran ofensifyang dipimpin pasukan AS terhadap mujahidin di kota Fallujah Irak pada tahun 2004.
"Di Fallujah, hanya sebagai pertempuran intens. Namun di sana juga, kami mulai menyerang dari utara dan bekerja sampai ke selatan. Di Marjah, kami datang dari lokasi yang berbeda dan bekerja ke arah pusat, jadi kita mengambil serangan dari semua sudut, "kata Sparks.
Tidak seperti di Fallujah, di provinsi Helmand di mana daya serangan pasukan telah AS menghancurkan kota dan meninggalkan kemarahan besar terhadap pasukan AS.
Marinir mendaratkan helikopter di wilayah Marjah, kubu besar terakhir Taliban di provinsi Helmand, pada hari Sabtu di awal kampanye untuk memaksakan kontrol terhadap daerah-daerah yang dikuasai Taliban sebelum pasukan Amerika memulai rencana penarikan diri mereka pada tahun 2011.
Pasukan AS menembakkan peluru mortir terhadap posisi Taliban pada hari Ahad kemarin, dan para pejuang Taliban membalas dengan menembakkan kembali roket-roket mereka ke arah Marinir AS. Marinir kemudian membalas dengan menembakkan roket pada posisi yang dicurigai.
Seorang pejabat senior militer Afghanistan di Afghanistan selatan, Sher Mohammad Zazai, kepada Reuters pada hari Ahad menyatakan bahwa sekitar 30-35 pejuang Taliban telah tewas sejak dimulainya operasi di dekat Marjah dan kabupaten Nad Ali.
Mengutip pernyataan komandan Taliban, jurubicara Taliban Qari Mohammad Yousuf mengatakan pada situs web kelompok itu bahwa mereka langsung meluncurkan serangan terhadap pasukan yang dipimpin NATO di beberapa bagian Marjah dan telah mengepung beberapa tempat di satu daerah.
15.000 pasukan NATO dikerahkan untuk menghantam Taliban dengan operasi yang bernama "Mushtarak", atau "bersama-sama".
Seorang komandan Taliban setempat, Qari Fazluddin, menyatakan kepada Reuters sebelumnya bahwa sekitar 2.000 pejuang siap untuk bertempur.
Di Afghanistan selatan, lima tentara NATO, termasuk tiga warga Amerika, tewas terkena serangan bom pinggir jalan, dan oleh sebuah tembakan di Afghanistan selatan pada hari Sabtu sebelumnya, NATO mengatakan dalam sebuah pernyataan.
Juru bicara satuan tugas Helmand Letnan Kolonel David Wakefield mengatakan prajurit Inggris tewas dalam sebuah ledakan sewaktu melakukan patroli dengan kendaraan selama operasi. Tidak jelas apakah prajurit adalah salah satu dari lima yang tewas oleh ledakan bom pinggir jalan. (fq/agencies)