Erdogan: PKK Juga Mengancam Eropa
Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan beberapa negara Eropa tidak melakukan cukup usaha untuk mendukung kampanye Turki melawan kelompok separatis Kurdistan PKK.
"Beberapa negara Eropa tidak memberikan dukungan yang diperlukan untuk Turki dalam perjuangan melawan terorisme untuk waktu yang lama," kata Erdogan pada pertemuan Proses Kerjasama Eropa Tenggara (SEECP) di Istanbul pada hari Rabu kemarin (24/6).
"Meskipun semua kesusahan yang telah kami lalui dan adanya serangan berdarah terhadap warga sipil dan pasukan keamanan, hari ini, ada negara yang tidak memotong dukungan keuangan mereka kepada organisasi teroris, mereka telah menutup mata untuk aktivitas dan propaganda PKK, dan tidak mengekstradisi ke Turki setiap penjahat itu, " DPA mengutip pernyataan Erdogan.
"Kebanyakan teman-teman Eropa kami menyatakan PKK sebagai organisasi teroris. Itu bagus, tetapi menyatakan PKK sebagai organisasi teroris tidak mengakhiri masalah ini. Berapa banyak teroris yang anda ekstradisi kepada kami, dan berapa banyak yang telah anda tahan?" ia menambahkan.
"Organisasi teroris PKK merupakan ancaman berbahaya bagi Turki dan warga sipil tak berdosa dan pasukan keamanan, begitu juga untuk negara-negara Balkan dan negara-negara Eropa," kutip kantor berita Anatolia dari pernyataan Erdogan.
"Ini bukan hanya organisasi teroris tapi juga sebuah organisasi kejahatan terorganisir, dan menargetkan pemuda di Eropa dan negara-negara Balkan melalui perdagangan narkoba," katanya.
PKK, yang terdaftar sebagai kelompok teroris oleh Turki dan banyak masyarakat internasional, mengangkat senjata pada tahun 1984, memicu konflik yang telah merenggut sekitar 45.000 nyawa.
Lebih dari 40 tentara Turki tewas dalam serangan PKK selama beberapa bulan terakhir. (fq/prtv)