eramuslim

Erdogan Raih Penghargaan Seville NODO Prize dari Spanyol

Perdana Menteri Turki Recep Tayyep Erdogan pada Selasa (23/2) kemarin menerima penghargaan NODO de Sevilla (Seville NODO Prize for Intercultural Dialogue) dari pihak pemerintahan Kerajaan Spanyol atas jasa-jasanya di bidang dialog dan perdamaian dunia.

Acara penyerahan anugerah tersebut digelar di gedung pemerintahan wilayah Seville, Spanyol. Kunjungan Erdogan di Seville merupakan salah satu rangkaian acara Erdogan selama ia berada di Spanyol.

Pemerintahan Spanyol menganugerahi Erdogan hadiah NODO de Sevilla yang terbilang sangat terhormat dan bergengsi di negara itu karena memandang Erdogan sebagai sosok yang sangat berjasa besar membangun iklim dialog antara dunia Barat dan Islam.

Selain itu, Erdogan juga dipandang sebagai sosok yang memiliki andil dan kontribusi besar dalam beberapa upaya dialog berbagai elemen di wilayah sekitar negaranya, utamanya Balkan, Trans-Kaukasus, dan Timur Tengah.

Dalam kalimat sambutannya, Erdogan meneguhkan komitmennya dan juga negaranya untuk memperjuangkan dan menciptakan perdamaian, persaudaraan, dan dialog.

"Turki akan terus berjuang di jalan kedamaian ini," kata Erdogan.

Erdogan berada di Spanyol selama dua hari (22-23/2) untuk menghadiri konferensi Spanyol-Turki yang digelar di ibu kota Madrid dan rangkaian acara diplomatik lainnya.

Kedatangan Erdogan disambut oleh Raja Spanyol Juan Carlos dan PM Spanyol Zapatero. Salah satu hasil terpenting dari konferensi tersebut adalah dukungan penuh Spanyol untuk keanggotaan Turki di Uni Eropa.

Selain mengunjungi Madrid dan Seville, Erdogan juga mengunjungi kota Granada di wilayah iklim Spanyol Selatan (Andalucia). Granada (Gharnathah) adalah ibu kota sekaligus benteng terakhir imperium Islam-Spanyol dinasti Bani Ahmar yang runtuh secara total pada penghujung abad ke-15 M. Sementara Seville (Ishbiliyyah) yang semula adalah salah satu kota Islam-Spanyol jatuh ke tangan kerajaan Kristen-Spanyol pada paruh abad ke-13 M. (AGS/zmn)