Faizal Assegaf: Pelan tapi Pasti, Tampaknya Jokowi Semakin Lincah...

eramuslim.com - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu turut mengomentari transisi pemerintahan Jokowi ke Prabowo Subianto.
Dalam pernyataannya di media sosial X (@msaid_didu), ia menyindir bahwa Prabowo hanya melanjutkan kehancuran yang telah dibuat oleh Jokowi.
"Ada yang bikin hancur dan ada yang lanjutkan bikin lebur," tulisnya pada Minggu (16/2/2025).
Komentar tersebut merespons kritik Faizal Assegaf, yang sebelumnya menuduh Prabowo melanjutkan praktik kekuasaan ala Jokowi.
Faizal menilai bahwa Prabowo bukan hanya meneruskan kebijakan Jokowi, tetapi semakin terjebak dalam pengaruh mantan presiden tersebut.
"Transfer energi kejahatan Jokowi ke rezim Prabowo semakin sempurna. Kohesi antara watak hipokrisi dan kelicikan semakin nyata," tulisnya di X (@faizalassegaf).
Menurut Faizal, Prabowo tidak menunjukkan independensi sebagai kepala negara. Sebaliknya, ia justru memuja dan melindungi Jokowi, meskipun ada tuntutan publik untuk mengadili kebijakan kontroversial mantan presiden itu.
Faizal juga menyoroti peran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang disebutnya semakin ekspansif dalam pemerintahan.
Ia menuduh adanya skenario besar sejak Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan, yang akhirnya berujung pada kemenangan Pilpres 2024 dengan dugaan kecurangan.
"Tampaknya, pelan tapi pasti, Jokowi semakin lincah dan sangat kuat menggembala Prabowo," katanya.
"Gibran diposisikan sebagai Wapres yang dimatangkan menuju 2029, bahkan bisa berpeluang naik lebih cepat.”
Menurut Faizal, Prabowo telah kehilangan kendali atas pemerintahannya sendiri. Kebijakan-kebijakan yang diambilnya disebut tetap berada dalam arahan Jokowi dan oligarki politik.
"Kalaupun ada perbedaan, itu hanya taktik dan gimmick. Sebagai modus kamuflase untuk mengelabui rakyat,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Faizal juga mengkritik langkah politik Prabowo yang dinilai terlalu dini menggalang dukungan untuk Pilpres 2029, sementara Jokowi dan Gibran semakin kuat mengendalikan pemerintahan.
"Hampir empat bulan berkuasa, Prabowo terpaksa lempar handuk. Sembari menggalang partai koalisinya untuk menobatkan diri sebagai Capres 2029. Semakin terjebak dan membuat Gibran serta Jokowi semakin perkasa," katanya.
Baginya, oligarki politik adalah faktor utama yang menjaga kemesraan antara Prabowo dan Jokowi, sementara rakyat hanya bisa menyaksikan sandiwara politik yang semakin jauh dari kepentingan publik.
(Sumber: Fajar)