eramuslim

Forum Ulama Dunia Deklarasikan Langkah Hadapi Serangan Terhadap Islam

Eramuslim - Pembahasan mengenai kondisi bangsa serta peran dakwah dan dai dalam proses reformasi dan kebangkitan bangsa yang dilakukan oleh kurang lebih 600 ulama,  berhasil mendeklarasikan keputusan dan rekomendasi. Pembahasan tersebut dilakukan dalam kondisi umat Islam saat ini tengah menghadapi serangan-serangan dari luar dan aliran radikal dari dalam.

Sekretaris Rabithah Ulama, Dr Jeje Zaenudin menyatakan para aktivis bidang dakwah harus mengimplementasikan dan menerjemahkan konsep-konsep Islam yang bersifat teoritis ke dalam tataran praktis dan implementatif.

“Ini adalah untuk menyelamatkan umat Islam dari krisis yang menyelimutinya,” kata Dr Jeje disela-sela hari penutupan Forum Ilmiah Internasional ke-5 yang bertema 'Berpegang Teguhlah dengan Tali Allah, Sinergi untuk Harmoni' di Jakarta, Jumat 6 Juli 2018.

Dia menyebutkan rekomendasi yang pertama adalah menekankan pentingnya rahmat dalam Islam serta hidup berdampingan secara damai dan harmoni antara Muslim dan non-Muslim dan bahwa cinta terhadap kebaikan antar sesama merupakan hal yang baik.

“Maksudnya adalah seharusnya tidak ada yang menginginkan keburukan bagi dirinya sendiri dan untuk orang lain. Selanjutnya adalah kita perlu berpegang kepada Alquran dan Sunnah dengan pemahaman yang komprehensif dan terintegrasi yang sejalan dengan kaidah-kaidah ilmiah dan praktis untuk mencapai persatuan dan kesatuan umat,” ujar Dr. Jeje.

Rekomendasi ketiga adalah pentingnya membangun kemitraan kerja sama antara lembaga-lembaga dakwah dengan berbagai lembaga-lembaga ilmiah dan pendisikan baik pemerintah atau swasta dalam rangka mencapai perdamaian, stabilitas, kemajuan, pembangunan dan kemakmuran dalam naungan ridha Allah.

“Yang berikutnya adalah meningkatkan peran strategis lembaga dakwah untuk meningkatkan SDM Muslim di berbagai bidang guna mewujudkan misi khairu ummah dan ummatan wasatha. Memperkuat posisi keluarga melalui pendidikan dan pengembangan karakter yang sesuai dengan ajaran Islam hanif merupakan poin yang juga kami rekomendasikan,” katanya lagi.

Dalam penyampaian dakwah Islam yang berorientasi budaya literasi, forum juga mendorong ulama dan dai untuk melakukan revolusi penyampaian dakwah menggunakan teknologi informasi. Pasalnya, Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar harus memainkan peran utama dalam menciptakan perdamaian dunia melalui dakwah dan pendidikan yang didukung oleh kebijakan pemerintah yang benar.

Terlebih, Jakarta sebagai ibu kota negara memiliki keragaman agama, etnis, sosial, budaya dan lain-lain, maka setiap orang yang bekerja d bidang dakwah Islam harus mengambil metode dan strategi yang dapat membina dan mempertahankan kohesi sosial.

“Kita perlu memperkuat kedudukan kota Jakarta sebagai pusat peradaban berbasis dakwah dan pendidikan Islam di konteks nasional dan internasional,” ujar dr. Jeje dengan menjelaskan untuk mewujudkan semua rekomendasi ini, forum memutuskan membentuk panitia khusus dengan melibatkan semua unsur terkait. (hls)