Ganja: Konspirasi Perusahaan Farmasi dan Faktanya (bag.4, Tamat)
Eramuslim.com - Seorang kakek menderita kanker lever dan sembuh berkat ganja. Bagi Mike Cutler, seorang kakek berusia 63 tahun asal East Sussex, Inggris, keampuhan ganja dalam hal kesehatan tak diragukan lagi. Setidaknya untuk mengobati kanker lever yang dideritanya. Cutler menerima transplantasi lever pada tahun 2009, namun kanker itu kembali pada tahun 2012 lalu dan menyerang organ barunya.
Cutler berusaha mencari pengobatan alternatif tetapi tidak menemukannya. Akhirnya dia menggunakan minyak ganja atas inisiatifnya sendiri. Berkat minyak ganja tersebut, Cutler saat ini bebas dari kanker lever.
Cutler sendiri menemukan khasiat minyak ganja melalui salah satu situs video YouTube, seperti dilansir oleh Daily Health Post (11/11).
Selama ini Cutler sering mengalami rasa sakit yang akut. Setelah mengonsumsi minyak ganja selama tiga hari, rasa sakit itu hilang seketika. Bulan Mei tahun ini, kakek Cutler mengunjungi rumah sakit untuk memeriksakan kankernya. Namun setelah diperiksa, sel kanker dalam levernya telah hilang!
“Menemukan bahwa aku akan mati sangat menakutkan. Yang kumiliki saat itu hanya laptop, dan aku menggunakannya untuk mencari apa yang bisa menolongku,” ungkap Cutler.
Cutler membeli minyak ganja dalam bentuk kapsul, kemudian mengonsumsinya satu setiap hari. Dia sudah terkejut ketika tahu rasa sakitnya hilang setelah tiga hari. Namun ketika mengetahui semua sel kankernya hilang, dia lebih terkejut lagi.
Menurut laporan dailymail.co.uk, saat ini Cutler menanam ganja untuk berjaga-jaga mencegah kanker muncul lagi. Dia juga bekerja sama dengan dokter untuk menggunakan ganja sebagai obat dengan Professor David Nutt di Inggris. (lihat video testimoni Mike Cutler)
Ganja Obat Kanker Masa Depan
Efek negatif ganja terhadap memori sudah lama dikenal. Tapi kini para ilmuwan telah menemukan lokasi di bagian mana otak yang bisa terpengaruh dan menyebabkan kelupaan.
Jika penelitian tersebut berhasil, saat percobaan yang dilakukan menggunakan tikus dan diperkirakan bisa diterapkan pada manusia, berarti suatu hari nanti para ilmuwan akan mampu menciptakan obat yang diproduksi menggunakan ganja tanpa menggangu memori kerja pasien saat obat tersebut bekerja mengobati penyakit.
Memori kerja merupakan kemampuan untuk mengingat lebih dari satu pemikiran di kepala dalam suatu periode.
“Kami telah menemukan titik awal dari fenomena tersebut – efek dari ganja terhadap ingatan – .adalah sel astrogial,” ujar peneliti lembaga riset biomedis di Institut di National de la Santé et de la Recherche Médicale (INSERM), Giovanni Marsicano.
Giovanni menemukan fakta bahwa gangguan terhadap memori kerja tidak disebabkan oleh efek dari obat (yang diproduksi menggunakan ganja) yang langsung menyerang sel-sel saraf pada otak, melainkan pada jenis sel yang lain, yaitu sel-sel pembantu otak yang disebut astroglia (sering disebut astrocrytes, neuroglia, atau sel-sel glial).
Inilah bukti konspirasi “barat” bahwa pemerintah negara² industri dan bisnis besar “multi billion dollar” mereka di dunia pharmaceutical, dalam upayanya untuk menjaga tanaman ini tetap terlarang (ilegal) dan tak meruntuhkan industri pharmaceutical para elit dunia tersebut.
Denagn begitu, maka para Elit Dunia dapat selalu mempertahankan bisnis multi trilyun dollar melalui industri-industri farmasi raksasa milik mereka, agar tetap dapat mengontrol penyakit dan obat yang dikonsumsi oleh tiap insan manusia sejagad. Terlarangnya ganja adalah asli karena persaingan bisnis, karena uang dan karena pendukung depopulasi dunia, nothing else!. (berbagai sumber)
“The number one reason why marijuana is illegal is because the Pharma Cartel does not want you to grow your own medicine. The Declaration of Independence was written on hemp paper. The first car ever made ran on hemp oil. Hemp seeds are also the healthiest food on the planet with the highest protein content out of any plant.” -Joe Rogan. (ts/indocropcircles.wordpress.com/TAMAT)


