eramuslim

Ganjar Diminta Hadir ke UGM, Relagama Bergerak Desak Bongkar Ijazah Jokowi

Profile of Ganjar Pranowo (UI Faculty of Social and Political Sciences  2009), Current Governor of Central Java – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu  Politik – Universitas Indonesia

Eramuslim.com - Isu dugaan ijazah palsu milik mantan Presiden Joko Widodo kembali memanas, kali ini dengan tekanan terbuka dari kelompok alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menamakan diri Relagama Bergerak (Relawan Alumni Universitas Gadjah Mada Bergerak). Mereka mendesak pihak rektorat UGM dan Jokowi untuk secara transparan menjelaskan status pendidikan dan keabsahan ijazah sarjana Jokowi yang selama ini menjadi polemik publik.

Koordinator Relagama Bergerak, Bangun Sutoto, menyampaikan bahwa mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kemungkinan akan hadir saat mereka mendatangi kampus UGM pada Selasa, 8 Juli 2025. Meski tak diundang secara resmi, Bangun menyebut kehadiran Ganjar terbuka jika ia merasa terpanggil sebagai sesama alumni.
"Kalau sebagai sesama alumni dia mau hadir, monggo saja," ujarnya, Senin (7/7/2025).

Kehadiran Relagama Bergerak ke UGM disebut sebagai respons atas ultimatum mereka yang sebelumnya tidak ditanggapi. Mereka menuntut keterbukaan dari Rektor UGM, Dekan Fakultas Kehutanan, serta seluruh staf yang terkait dengan dugaan keabsahan ijazah Jokowi.

Dalam pernyataan sikap yang diterima Ketua Kagama Cirebon Raya, Heru Subagia, kelompok alumni lintas angkatan ini menyatakan bahwa:

  1. UGM harus memberikan penjelasan resmi, jujur, dan transparan terkait riwayat pendidikan Jokowi.

  2. Jokowi diminta secara sukarela dan terbuka menunjukkan ijazah S1-nya kepada publik.

  3. Permintaan ini harus dipenuhi dalam waktu 1×24 jam sejak surat diterima.

  4. Jika tidak dipenuhi, mereka akan mengeluarkan mosi tidak percaya kepada seluruh pihak yang terlibat.

  5. Mosi tersebut akan diikuti dengan desakan agar pihak rektorat dan dekanat yang terlibat segera mundur tanpa syarat.

  6. Relagama Bergerak bahkan menyatakan kesimpulan tegas: Joko Widodo bukanlah alumni UGM jika permintaan tersebut tidak dipenuhi.

Bangun Sutoto menegaskan bahwa aksi mereka lahir dari semangat menjaga integritas almamater dan menuntut kejujuran demi tegaknya transparansi publik. Mereka ingin kasus dugaan ijazah palsu ini diselesaikan secara tuntas dan adil, demi menjaga marwah UGM sebagai kampus kerakyatan dan perjuangan.

Isu ini kembali menyedot perhatian publik usai mencuatnya dugaan keterkaitan percetakan ijazah dengan Pasar Pramuka. Kini, bola panas kembali bergulir ke UGM—dan tekanannya kian keras.

Sumber: fajar.co.id