Gerindra Sudah Tetapkan Prabowo Capres di Pilpres 2029, Faizal Assegaf: Rakyat Dibuat Bingung!

eramuslim.com - Pengamat politik Faizal Assegaf menyoroti isu terkait pencalonan Presiden Prabowo Subianto sebagai Capres 2029.
Menurutnya, manuver ini mencerminkan penyalahgunaan kekuasaan dan bertentangan dengan prinsip demokrasi.
"Kurang dari empat bulan Prabowo berkuasa selaku Presiden, kini resmi berganti status menjadi Capres 2029," ujar Faizal di X @faizalassegaf (16/2/2025).
Presiden atau Capres?
Status Prabowo sebagai capres diumumkan Gerindra dan didukung oleh partai-partai dalam Kabinet KIM Plus.
Faizal menilai bahwa rakyat kini semakin bingung dengan posisi Prabowo:
- Apakah ia bertindak sebagai presiden yang netral?
- Ataukah ia justru menunggangi negara untuk ambisi politik 2029?
"Rakyat prihatin dan dibuat bingung. Pilpres masih jauh dan belum digelar, kekuasaan Prabowo kini sulit dibedakan," katanya.
Faizal menegaskan bahwa langkah ini berbahaya bagi stabilitas nasional.
"Manuver Prabowo tersebut, jelas jauh dari amanah konstitusi dan mengkhianati sumpah jabatan," katanya.
Menurutnya, jabatan presiden yang tidak netral dapat:
- Membuat kebijakan negara rentan dipengaruhi kepentingan politik tertentu.
- Mengaburkan batas antara kekuasaan dan kampanye politik.
- Membahayakan stabilitas nasional, karena semua kebijakan presiden berpotensi disesuaikan demi kepentingan politik Capres 2029.
"Hasilnya, rakyat dipaksa berada dalam kekuasaan otoriter yang jauh dari prinsip kejujuran, transparansi, dan keadilan dalam bernegara," cetusnya.
Atas kondisi ini, jaringan aktivis yang tergabung dalam Partai Negoro (Nasional Gotong Royong) menyatakan sikap perlawanan.
Mereka menyerukan:
- Penolakan terhadap konspirasi elite partai yang merusak demokrasi dan kedaulatan rakyat.
- Konsolidasi dan penggalangan solidaritas melawan ketidakadilan dalam bernegara.
- Gerakan melawan segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan.
"Mengambil sikap tegas dan menggalang solidaritas untuk melawan ketidakadilan dalam bernegara. Bersatu dan melawan," pungkas Faizal.
(Sumber: Fajar)