Gibran Sindir Nasibnya dan Effendi: Sama-Sama Dipecat dari PDI-P, Tapi Tetap Jalan Terus!

Eramuslim.com - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menanggapi pemecatan Effendi Simbolon dari PDI-P dengan nada santai namun menyindir. Dalam acara HUT ke-19 Persatuan Simbolon Bersatu Indonesia (PSBI) di Jakarta Selatan, Senin (7/7/2025), Gibran menyebut dirinya punya “nasib serupa” dengan Effendi—sama-sama didepak dari partai banteng moncong putih.
"Enggak apa-apa, kita harus move on. Pilpres sudah selesai," kata Gibran disambut tawa hadirin. Ia juga mengingatkan agar tidak ada lagi gesekan dalam keluarga besar Simbolon karena perbedaan politik. "Saya titip agar kita bergandengan tangan, mendukung visi-misi Pak Presiden," imbuhnya.
Pemecatan Effendi Simbolon dari PDI-P diumumkan pada 1 Desember 2024, karena dianggap membelot dari keputusan partai dengan mendukung Ridwan Kamil-Suswono di Pilkada Jakarta—alih-alih pasangan resmi PDI-P, Pramono Anung–Rano Karno. Pertemuan Effendi dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo sebelum langkah politiknya itu turut dianggap sebagai bentuk “kongkalikong” politik yang tak bisa ditolerir.
Dua pekan setelahnya, giliran Gibran Rakabuming Raka, sang Wapres terpilih, yang dipecat bersama ayahnya, Presiden ke-7 Jokowi, serta menantu Jokowi, Bobby Nasution. Pemecatan ini didasarkan pada langkah Gibran maju sebagai cawapres dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) mendampingi Prabowo Subianto, melawan pasangan resmi PDI-P, Ganjar Pranowo–Mahfud MD.
PDI-P menilai Gibran melanggar AD/ART partai, kode etik, dan disiplin partai karena pencalonannya dianggap hasil dari intervensi kekuasaan terhadap Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam SK pemecatan, Gibran bahkan dilarang menggunakan atribut atau mengatasnamakan partai dalam kegiatan apa pun.
Kini, Gibran memilih menatap ke depan, mengajak semua pihak—termasuk para mantan kader partai sepertinya dan Effendi—untuk tinggalkan friksi politik masa lalu dan fokus membangun negeri. "Yang penting sekarang mendukung program-program Presiden Prabowo," tandasnya.
Pemecatan tokoh-tokoh besar ini menandai perpecahan serius di tubuh PDI-P, terutama terkait arah dukungan politik pasca Pemilu 2024. Namun, bagi Gibran, pemecatan itu bukan akhir, melainkan awal untuk bergerak lebih bebas.
Sumber: Kompas.com