Hamas Marah! Israel Paksa Tahanan Palestina Kenakan Kaus Berlogo Bintang Daud

eramuslim.com - Sebanyak 369 tahanan keamanan Palestina dibebaskan dari penjara Israel sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran sandera antara Israel dan Hamas. Sebagai imbalannya, tiga sandera—Sagui Dekel Chen, Alexander Sasha Troufanov, dan Iair Horn—dibebaskan pada Sabtu. Pembebasan ini merupakan gelombang keenam dari fase pertama perjanjian tersebut.
Di antara 369 tahanan yang dibebaskan, terdapat tokoh pejuang Palestina, termasuk 36 orang yang menjalani hukuman seumur hidup. Hal ini dikonfirmasi oleh radio militer Israel.
Semua tahanan dibekali dan diwajibkan mengenakan kaus oleh Dinas Penjara Israel (IPS), yang bertuliskan pesan dalam bahasa Arab, "Kami tidak akan melupakan atau memaafkan," dengan simbol Bintang Daud.
Seorang sumber yang mengetahui masalah ini mengkritik kebijakan IPS tersebut, menyebutkan bahwa keputusan itu dibuat tanpa sepengetahuan eselon politik. Ia menilai bahwa tindakan ini justru dapat memperkeruh keadaan, terutama karena Israel berusaha menyoroti cara Hamas menangani pembebasan sandera.
"Setelah foto-foto tersebut beredar, IPS mengklaim bahwa keputusan itu dibuat oleh Komisaris IPS, Kobi Yaakovi," menurut laporan KAN yang dikutip oleh Jerusalem Post.
Hamas mengutuk kebijakan tersebut, menyebutnya sebagai 'slogan-slogan rasis di punggung tahanan heroik Palestina'. Hamas juga menuduh Israel memperlakukan tahanan dengan kekejaman dan kekerasan, serta melakukan pelanggaran terhadap hukum dan norma kemanusiaan.
(Sumber selengkapnya: Republika)