free hit counters
 

Baca Do’a Bepergian, InsyaAllah Perjalananmu Lebih Barokah dan Dilindungi Allah

Keluar rumah memang sudah menjadi kebutuhan setiap insan hampir di setiap harinya, entah jarak jauh maupun jarak dekat. Maka dari itu, supaya terhindar dari gangguan-gangguan syetan dan hal buruk lainnya, Islam telah mengajarkan untuk mengamalkan do’a bepergian dengan gamblang.

Beberapa Do’a Berpergian

Do’a merupakan senjatanya umat Islam. Oleh karena itu, Allah memerintahkan setiap hambanya senantiasa memanjatkan kalimat toyyibah pada semua kegiatannya, tidak terkecuali saat melakukan perjalanan. Untuk lebih jelasnya, berikut di antaranya:

1. Do’a Ketika Akan Keluar Rumah

Hadits tentang keutamaan membaca do’a keluar rumah

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، قَالَ: يُقَالُ حِينَئِذٍ: هُدِيتَ، وَكُفِيتَ، وَوُقِيتَ، فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ، فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ؟

”Apabila seseorang keluar dari rumahnya kemudian dia membaca doa di atas, maka disampaikan kepadanya: ‘Kamu diberi petunjuk, kamu dicukupi kebutuhannya, dan kamu dilindungi. Seketika itu setan-setanpun menjauh darinya. Lalu salah satu setan berkata kepada temannya. Bagaimana mungkin kalian bisa mengganggu orang yang telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi.’ (HR. Abu Daud 5095, Turmudzi 3426, dan dishahihkan al-Albani)”.

Sebagaimana hadits tersebut yang menyatakan tentang keutaman berdo’a ketika sedang bepergian, keluar rumah memang sudah menjadi hal tidak terhindarkan bagi setiap orang. Bahkan, setiap makhluk bernyawa pasti akan mengalami sebuah perjalanan.

Seperti yang telah disebutkan dalam hadits riwayat Tirmidzi di atas, bahwa dengan berdo’a maka seseorang akan terhindar dan terlindungi dari gangguan syetan. Sebagai umat muslim, dianjurkan pula untuk mengamalkannya walaupun terkadang masih kerap kali lupa.

Do’a untuk bepergian inipun terdapat beberapa macam, tergantung kondisi safari yang akan dilakukan. Baik itu jauh, dekat, melalui darat maupun laut. Salah satu potongan di dalam hadits tersebut terdapat do’a keluar rumah, yaitu:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.”

2. Do’a Ketika Bepergian Jauh

Ketika akan bepergian, seseorang pun pasti berpamitan kepada orang-orang yang ditinggalkan, seperti orang tua, saudara, istri maupun anak. Saat hal itu terjadi, ucapan pertama tentu merupakan sebuah pesan untuk menjaga diri dari apapun.

Ilustrasi tiket pesawat. Liputan6

Berhati-hatilah, salah satu ungkapan oleh seseorang yang ditinggal bepergian. Makna tersebut bukan hanya tentang menjaga diri ketika di perjalanan saja, namun juga mendo’akan supaya mereka ketika bepergian terhindar dari musibah seperti kecelakaan, kecopetan, binggung dan lain sebagainya.

Adanya do’a ini dapat membuat seseorang merubah takdir muallaq-nya, yakni sesuatu yang memang dapat diubah karena usaha dan do’a kepada Allah SWT. Inipun juga dianjurkan oleh Rasulullah melalui sebuah hadits, apabila sedang bepergian seseorang hendaknya berdo’a.

سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

“Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.” (QS. Az-Zuhruf : 13)

Do’a yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW dan telah diriwayatkan oleh seorang sahabat ini maknanya, sebelum bepergian Anda dianjurkan memohon pertolongan kepada Allah SWT agar senantiasa dilindungi dari mara bahaya apapun itu.

3. Do’a Bepergian Menggunakan Kendaraan

Kemudian, apabila seseorang akan bepergian menggunakan sebuah kendaraan, maka dianjurkan pula baginya untuk berdo’a kepada Allah SWT dan meminta perlindungan-Nya. Dimana lantunan ayat tersebut adalah sebagai berikut:

و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيمِيُّ قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ الْقَعْقَاعِ بْنِ حَكِيمٍ عَنْ أَبِي يُونُسَ مَوْلَى عَائِشَةَ أَنَّهُ قَالَ أَمَرَتْنِي عَائِشَةُ أَنْ أَكْتُبَ لَهَا مُصْحَفًا وَقَالَتْ إِذَا بَلَغْتَ هَذِهِ الْآيَةَ فَآذِنِّي { حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى } فَلَمَّا بَلَغْتُهَا آذَنْتُهَا فَأَمْلَتْ عَلَيَّ { حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى } وَصَلَاةِ الْعَصْرِ { وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ } قَالَتْ عَائِشَةُ سَمِعْتُهَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Yahya At Tamimi] katanya; aku menyetorkan hapalanku kepada [Malik] dari [Zaid bin Aslam] dari [Alqa’qa’ bin Hakim] dari [Abu Yunus] mantan budak Aisyah, katanya; [Aisyah] pernah memrintahkanku untuk menulis mushaf. Lalu dia berpesan; “Jika sampai ayat ini “Jagalah oleh kalian seluruh shalat yang ada dan shalat wustha” (QS. Albaqarah 238), maka beritahukanlah kepadaku, ” Ketika aku sampai ayat itu, aku lalu memberitahukan kepadanya, seketika itu pula dia mendiktekan kepadaku “Jagalah oleh kalian seluruh shalat yang ada dan shalat wustha, ” yatiu shalat ashar, “Dan berdirilah kepada Allah dengan penuh kepatuhan” (QS. Albaqarah 283), kata Aisyah; aku mendengarnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Memang di zaman sekarang ini, seseorang pasti tidak luput dengan yang namanya pergi menggunakan kendaraan, entah itu darat, laut ataupun udara. Untuk itu, sebelum melakukan sebuah perjalanan dianjurkan membaca do’a terlebih dahulu.

Selain do’a di atas, terdapat beberapa lagi untuk dapat diamalkan sesuai dengan kondisi kendaraan ketika yang digunakan. Sebab, tidak akan tahu musibah apapun yang sedang mengintai. Maka dari itu, berdo’a dengan memohon pertolongan-Nya merupakan sebuah keutamaan.

4. Do’a Naik Kendaraan Darat

بِاسْمِ اللَّهِ

الْحَمْدُ لِلَّهِ

{ سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ } { وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ }

الْحَمْدُ لِلَّهِ (3x)

اللَّهُ أَكْبَرُ (3x)

سُبْحَانَكَ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.

“Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, Maha Suci Rabb yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Robb kami (di hari kiamat). Segala puji bagi Allah (3x), Allah Maha Besar (3x), Maha Suci Engkau Ya Allah, sesungguhnya aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.” (HR. Abu Dawud (no.2602), at-Tirmidzi (no.3446)).

Lantunan do’a tersebut bersamaan dengan adanya sebuah hadits di bawah yang menyatakan jika safari atau bepergian merupakan bagian dari adzab. Dimana seseorang tidak dapat menikmati apapun ketika berada dalam perjalanan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنَ الْعَذَابِ يَمْنَعُ أَحَدَكُمْ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَنَوْمَهُ، فَإِذَا قَضَى أَحَدُكُمْ نَهْمَتَهُ مِنْ سَفَرِهِ فَلْيُعَجِّلْ إِلَى أَهْلِهِ

“Bepergian itu bagian dari azab. Seseorang akan terhalang (terganggu) makan, minum, dan tidurnya. Maka, bila seseorang telah menunaikan maksud safarnya, hendaklah ia menyegerakan diri kembali kepada keluarganya.” (Shahih Al-Bukhari no. 1804 dan Shahih Muslim no. 179)

Maka, dari hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim serta isnadnya shohih, dapat diambil kesimpulan bahwa benar-benar menyatakan apabila seseorang sedang melakukan sebuah perjalanan, sama dengan merasakan sebagian kecil dari adzab.

Sedangkan safari di zaman dahulu kebanyakan berjalan kaki, naik unta ataupun kuda dengan melewati gurun luas nan panas, gunung ataupun hutan. Maka dari itu, banyak yang merasa tersiksa ketika sedang melakukan sebuah perjalanan hingga dikatakan merupakan bagian dari adzab.

Hingga akhirnya, seseorang berada dalam kondisi pasrah sebab ketidaknyamanan tersebut. Ketika dalam kondisi ini, maka do’a akan mudah diijabah atau dikabulkan oleh Allah SWT. Maka dari itu, seorang hamba akan menjadi ikhlas untuk beribadah dan memohon segala ampunan.

Abu Hurairah r.a. pernah meriwayatkan sebuah hadis, bahwasannya Rasulullah saw. bersabda:

 ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ. رواه الترمذي.

“Tiga macam doa yang akan dikabulkan yang tidak ada keraguan padanya adalah doa orang yang terzalimi, doa musafir (orang yang sedang berpergian) dan doa (keburukan) dari bapak kepada anaknya.” (H.R. At-Tirmidzi)”.

Berdasarkan hadits di atas, maka jelas bagi musafir atau seseorang yang sedang melakukan perjalanan do’anya akan diijabahi. Hal ini karena, telah disebutkan dimana seseorang merasa tidak nyaman hingga akhirnya pasrah. Oleh karena itu, Rasulullah SAW senantiasa mengajarkan berdo’a terlebih dahulu.

5. Do’a Naik Kendaraan Laut atau Udara

وَقَالَ ارْكَبُوْا فِيْهَا بِسْمِ اللّٰهِ مَجْرٰ۪ىهَا وَمُرْسٰىهَا ۗاِنَّ رَبِّيْ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Dan dia berkata, ”Naiklah kamu semua ke dalamnya (kapal) dengan (menyebut) nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Surah Hūd Ayat 41)

Do’a ini dapat diamalkan ketika Anda sedang bepergian menggunakan kendaraan laut maupun udara, seperti pesawat terbang dan kapal. Karena keduanya juga tidak luput dari bahaya, maka tak henti-hentinya senantiasa memohon perlindungan dari Nya.

Bisa dibayangkan, sebuah perjalanan entah dekat apalagi jauh yang memakan waktu berjam-jam bahkan harian, pasti sangat menyiksa. Dimana seseorang tak dapat tidur sebagaimana biasanya, serta makan minum terbatas, bahkan ada kemungkinan pula merasa jenuh sebab di kendaraan umum.

Melakukan Perjalanan Ala Rasulullah SAW

Dalam bersafar pun, Rasulullah SAW juga telah mencontohkan cara-cara melakukan perjalanan demi mendapatkan pertolongan-Nya kepada para sahabat maupun umat muslim. Beliau senantiasa menempatkan ibadah sebelum melakukan segala sesuatu. Seperti:

1. Sholat Istikharah Sebelum Perjalanan

Kebiasaan Rasulullah SAW yakni, selalu melaksanan shalat istikharah sebelum melakukan sebuah perjalanan. Beliau meminta petunjuk dan pertolongan kepada Allah SWT untuk menunjukkan kendaraan apa yang akan digunakan, waktu hingga arah jalan.

Dari Jabir, ia berkata: “Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kepada kami shalat Istikharah untuk memutuskan segala sesuatu, sebagaimana Beliau mengajarkan al-Qur’an. Beliau bersabda: ‘Apabila salah seorang di antara kalian mempunyai rencana untuk mengerjakan sesuatu, hendaklah melakukan shalat sunnat (Istikharah) dua raka’at kemudian membaca do’a.'”

Kemudian, dalam riwayat lain berdasarkan hadits yang dibawa oleh Bukhari, bahwa beliau selalu melakukan sebuah perjalanan di hari Kamis dan Senin. Bahkan, juga diketahui jika Nabi Muhammad SAW keluar untuk menuju perang Tabuk pada hari Kamis pula.

Baca Juga: Doa Istikharah: Memohon Petunjuk Jodoh Terbaik

2. Do’a Orang Tua dan Orang Terdekat

Ketika melakukan sebuah perjalanan, saat akan berangkat hendaknya seseorang meminta do’a kepada orang-orang terdekat. Tujuannya adalah, semakin banyak yang mendo’akan maka dengan izin Allah bisa selamat di jalan hingga ke tempat tujuan.

Seperti dalam kisah seorang sahabat yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, dimana terdapat seorang laki-laki mendatangi Nabi Muhammad SAW untuk meminta wasiat atau do’a, sebab ia akan melakukan sebuah perjalanan.

“Aku menitipkan agamamu, amanahmu dan perbuatanmu yang terakhir kepada Allah.” (HR. Ahmad II/7, 25, 38, at-Tirmidzi no. 3443, dishahihkan dan disepakati oleh Imam adz-Dzahabi)

3. Selesaikan Urusan Sebelum Bepergian

Salah satu yang dianjurkan oleh Rasulullah yaitu, sebelum melakukan sebuah perjalanan diharuskan menyelesaikan semua urusan di rumah terlebih dahulu. Misalnya saja, seperti utang piutang jika ada, memberi nafkah keluarga yang akan ditinggal dan lain sebagainya.

Hal ini disebabkan karena, tidak akan ada seorang pun tahu apa yang terjadi ketika di perjalanan tersebut. Maka, berdasarkan anjuran tersebut sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Luqman ayat 34.

اِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗ عِلْمُ السَّاعَةِۚ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْاَرْحَامِۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًاۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

“Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.

Ayat ini sebenarnya turun dengan tafsir dari Al-Mukhtashar, Imam Masjidil Haram menyatakan jika sesungguhnya ayat ini turun sebab adanya kepercayaan tentang hal-hal ghaib. Seperti perkiraan apa yang akan terjadi di masa datang.

Sebab, tiada yang tahu musibah apa nantinya ketika diperjalanan, bisa kematian, kecelakaan dan sebagainya. Tentu saja setiap orang ingin selamat sampai tujuan dan terhindar dari hal-hal tidak diinginkan. Oleh karena itu, berdoalah sebelum berangkat dan meminta perlindungan kepada Allah SWT.

Meneladani Kisah Rasulullah SAW Ketika Bepergian

Bepergian memang sudah menjadi hajat hidup banyak orang, karena untuk memenuhi segala kebutuhan serta bertahan hidup maupun urusan lain.  Begitu pula dengan Rasulullah SAW, beliau tidak lepas dari yang namanya perjalanan bahkan seringkali melakukannya, meskipun sejatinya kurang menyukai.

Seperti yang telah diriwayatkan seorang sahabat ketika mengamati Rasulullah saat melakukan perjalanan, bahwa beliau selalu mengucapkan sebuah do’a.

Kemudian setelah berdo’a, sahabat meriwayatkan jika Rasulullah SAW selalu mengucapkan bismillah tiga kali saat menapakkan kaki di sanggurdi unta dan alhamdullilaaah serta allahuakbar 3 kali pula ketika sudah naik di atas untanya.

Hadits Berdzikir ketika di perjalanan:

بِسْمِ اللهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ {سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ. وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ} الْحَمْدُ لِلَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.

“Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah (Maha Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesung-guhnya kami akan kembali kepada Rabb kami). Segala puji bagi Allah (3x), Allah Maha Besar (3x), Maha Suci Engkau, ya Allah! Sesungguhnya aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.” (HR. Abu Dawud 3/34, At-Tirmidzi 5/501, dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/156. ) (P09/P02).”

Berdasarkan hadits tersebut diketahui jika Rasulullah SAW, selalu mengamalkan dzikir ketika berada dalam sebuah perjalanan. Semata-mata hanya untuk meminta pertolongan dan perlindungan dari godaan syetan yang terkutuk.

Seperti yang telah dijelaskan sebelum-sebelumnya, bahwa tiada seorangpun tahu bagaimana nasib tiap insan ketika bepergian. Maka dari itu, dengan selalu berdo’a dan berdzikir adalah kunci utama dan sebagai umat muslim sudah pasti mengamalkannya untuk meminta pertolongan-Nya.

Seorang muslim sudah sepatutnya membawa agama dalam tiap ranah kehidupan, seperti halnya ketika bepergian. Mengamalkan dzikir bisa menjadi salah satu caranya, dimana di dalamnya akan terdapat penuh kemanfaatan dan keberkahan.

Apa saja Keutamaan Berdzikir Ketika Sedang dalam Perjalanan?

Untuk memenuhi hajat mengenai agama maupun duniawi, maka mengamalkan dzikir akan memberikan limpahan rahmat dan keberkahan. Dengan membacanya, seseorang akan terjaga dari gangguan-gangguan serta dijamin keselamatan serta keamanannya oleh Allah SWT.

Selain itu, berdzikir juga memiliki keutamaan-keutamaan yang harus diamalkan. Di antaranya ialah, ketika seseorang dalam sebuah perjalanan, maka ia akan diberikan petunjuk dan terhindar dari kesesatan, bahkan selalu berkecukupan baik duniawi maupun ukhrowi.

Kemudian, dengan lantunan dzikir yang terus diucapkan, maka syetan akan menjauh sehingga terhindar dari godaan-godaannya. Bahkan diceritakan pula apabila ada jin lain mengganggu, maka bagian dari mereka akan mengingatkan untuk tidak menggoda orang yang telah diberi perlindungan.

Baca Juga: Umat Islam Miliki Kekuatan Dzikir, Manfaatkan!

Tata Cara Ketika Datang dan Pergi saat Perjalanan

Adapun ketika Beliau tiba dari sebuah perjalanan, tidak akan langsung menuju ke tempat tujuan. Melainkan akan mendatangi sebuah masjid untuk sholat dua rakaat. Setelah melakukannya, barulah beliau mendatangi keluarga dan menerima tamu, yakni para sahabat.

Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk mengantarkan mereka yang akan melakukan sebuah perjalanan jauh. Hal itu dilakukan karena, sekalian untuk mendo’akan agar selamat sampai tujuan serta terhindarkan dari godaan-godaan syetan.

Ketika sampai ditujuan pun beliau menganjurkan seluruh keluarga untuk memberikan sebuah sambutan hangat, seperti pelukan dan ciuman. Hal ini sebagai bukti rasa syukur  kepada Allah SWT, karena telah tiba ditujuan dengan selamat serta dipertemukan kembali bersama keluarganya.

Do’a Saat Tiba di Tempat Tujuan

Selain do’a keluar rumah dan selama di perjalanan, umat muslim pun juga dianjurkan untuk berdo’a ketika sampai ditujuan. Hal ini karena, menandakan sebagai rasa syukur telah dilindungi dan diselamatkan dari godaan jin.

Do’a sampai di tujuan:

اَللّٰهُمَّ إِنِّىْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ أَهْلِهَا وَخَيْرَ مَافِيْهَا وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَافِيْهَا

“Ya Allah, saya mohon kepada-Mu kebaikan tempat ini dan kebaikan penduduknya serta kebaikan yang ada di dalamnya. Saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan negeri ini dan kejahatan penduduknya serta kejahatan yang ada di dalamnya.”

Mengamalkan do’a tersebut sudah menjadi keutamaan dan harus diamalkan sebagai umat muslim. Sebab, Allah telah memberikan pertolongan-Nya hingga umat perlu bersyukur atas-Nya. Dengan demikian sebuah perjalanan akan menjadi berkah.

Keutamaan Membaca Do’a Keluar Rumah

Do’a keluar rumah kerap kali terlupakan sebab hampir setiap saat seseorang melakukannya. Di sisi lain, lantunan ayatnya mudah dan pendek, sehingga secara tidak sadar banyak umat menyepelekan. Padahal, apabila diamalkan akan memberikan efek luar biasa.

Telah banyak kisah Rasulullah SAW serta para sahabat mengenai sebuah perjalanan beliau. Melalui itu, juga mengajarkan kepada umat muslim tentang do’a, adab serta hal yang perlu dan tidak usah dilakukan ketika sedang bepergian.

Salah satu yang sangat dianjurkan adalah berdo’a, dengan memohon pertolongan dan perlindungan-Nya. Maka, seseorang telah mendapatkan kenimatan luar biasa. Bahkan, Allah akan menjamin keselamatan, keamanan hingga kecukupan selama di perjalanan.

Bahkan, telah disampaikan dalam sebuah hadis yang dinilai shahih dari Abu Daud bahwa seseorang ketika bepergian dan mengucapkan sebuah do’a, maka mereka akan diberikan petunjuk, perlindungan hingga dipenuhi kebutuhannya. Bahkan, dikatakan setan-setan akan menjauh.

Apa saja Persiapan saat Berpergian?

Bukan hanya iringan do’a saja yang harus dipanjatkan ke hadirat Allah SWT, namun juga beberapa persiapan harus Anda fikirkan jika melakukan perjalanan. Salah satunya yaitu menyiapkan bekal untuk perjalanan, baik itu keperluan makan, minum, transportasi dan masih banyak lagi.

Namun di era yang serba modern ini, salah satu hal terpenting adalah uang. Karena, semuanya bisa dinikmati dengan cara online, baik itu tiket pesawat, pesan antar makan ataupun hanya sekedar ojek online.



Walaupun sudah terbilang modern, namun semua itu juga tidak boleh lepas dari yang namanya do,a. Namun, juga harus diiringi dengan berbagai macam persiapan lainnya. Misalnya saja sebuah asuransi perjalanan jika terjadi suatu hal buruk terjadi.

Mari Amalkan Do’a Perjalanan!

Itulah do’a-do’a ketika akan bepergian atau melakukan sebuah perjalanan, baik darat, laut maupun udara. Bahkan, ketika kaki mulai menginjakkan sebuah alat transportasi hingga sampai ke tujuan pun Rasulullah SAW sangat menganjurkan mengucapkan dzikir.

Dizikir ataupun do’a-do’a bisa membuat kaum muslim mendapatkan lindungan-Nya selama di perjalanan serta mendapatkan keberkahan. Syetan-syetan pun akan menghindar hingga menjauhkan seseorang dari kesesatan.

Dengan mengamalkan do’a bepergian, tentu saja untuk memperoleh ridha-Nya. Maka begitu indah Islam mengatur setiap insan dan apapun yang ada di muka bumi tentang bagaimana mereka menjalankan sebuah kehidupan. Hingga melakukan sebuah perjalanan dari mengangkat sampai menginjakkan kaki pun diatur tata caranya. MasyaAllah!

Hikmah Terbaru