Cara Firaun Pelihara Kekuasaannya

Eramuslim.com – Kekuasaan Firaun yang absolut dalam memimpin Mesir pada masanya berbuah pada kesombongan untuk menandingi Allah SWT. Siapa sangka, Firaun yang mengaku Tuhan itu nyatanya butuh beragam cara untuk melanggengkan kekuasaannya.

Dalam buku Sejarah Nabi-Nabi Allah karya Ahmad Bahjat dijelaskan, jauh sebelum Islam datang, ajaran Tauhid memang sudah ada dibawa oleh para nabi-nabi terdahulu. Misalnya, ketika akidah umat jahiliyah di Mesir masih tersentralisasi pada politeisme, Allah menciptakan Nabi Yusuf untuk meneruskan misi akidah monoteisme.

Maka ketika Nabi Yusuf menjadi penguasa Mesir dan ketua para menteri agama, agama tauhid diperkenalkan kembali. Nabi Yusuf menyeru kepada segenap manusia untuk memeluk Islam saat beliau masih ada di dalam penjara hingga di masa kepemimpinannya.

Namun ketika Nabi Yusuf Meninggal, tradisi lama nyatanya mampu mengubah sistem tauhid ke dalam sistem politeisme untuk kedua kalinya. Menurut dugaan kuat bahwa hal ini terwujud dengan adanya campur tangan kelompok-kelompok elit yang berkuasa.

Kelompok-kelompok elit ini ketika di bawah agama tauhid, mereka tidak mendapatkan suatu perlakuan istimewa atau dibedakan dengan masyarakat umum. Sehingga sepeninggal Nabi Yusuf, mereka mengembalikan sistem penyembahan sebagaimana tradisi jahiliyah. Hingga akhirnya sistem pemerintahan pun dipimpin oleh keluarga-keluarga Firaun hingga mereka mengklaim diri sebagai wakil-wakil Tuhan.