Ini 4 Penghalang Rezeki yang Harus Diwaspadai

Lantaran berputus asa, rezeki di depan mata pun akan dilewati, diabaikan, tidak dipedulikan. Sebab yang ada dibenaknya adalah, “Ini pasti gagal. Biasanya juga begitu.”

Rakus Terhadap Dunia

Setan yang dilaknat oleh Allah Ta’ala berperilaku sombong. Lantas, mereka membisikkan kepada Nabi Adam ‘Alaihis salam agar bersikap rakus. Rakus merupakan keburukan yang landasannya hanyalah asumsi. Hanya imajinasi.

Kepada Nabi Adam ‘Alaihis salam, setan membisikkan keabadian jika mau memakan buah yang masyhur dengan nama Khuldi. Ketika gagal, setan pun membisikkan hal itu kepada Siti hawa hingga kedua nenek moyang manusia ini benar-benar mendekati dan memakan buah tersebut, lantas keduanya diusir dari surga.

Lihatlah, kerakusan hanya menghasilkan keburukan. Rakus terhadap dunia tidaklah menghasilkan seucil pun kebaikan. Lantaran rakus, nafsu akan tumbuh subur hingga membinasakan pelakunya.

Dalam hal perburuan rezeki, pribadi yang rakus juga akan dibenci oleh sesama rekan kerja atau atasannya.

Boros dan Kikir

Boros juga sikap setan. Kebutuhan selalu melebihi penghasilan lantaran boros yang dituruti. Boros dalam hal makan dan minun, berpakaian, dan tempat tinggal, termasuk dalam berkendaraan. Lama-kelamaan, sifat boros akan mengantarkan seorang hamba pada kemiskinan karena harta yang dipergilirkan. Tidak semua orang ditakdirkan kaya dalam masa yang lama.

Sama buruknya dengan sifat boros adalah kikir. Malas menyalurkan harta di jalan Allah Ta’ala, padahal seluruh rezeki berasal dari-Nya. Sikap kikir akan menyengsarakan diri sendiri karena tidak mencukupi apa yang dibutuhkan oleh tubuh, membuat susah anak dan istri karena tidak membagi nafkah sebagaimana mestinya, dan membuat orang sekitar merasa benci karena tidak pernah mendapatkan kebaikan dari mereka.

jika boros membuat seorang hamba kehilangan harta dalam waktu yang cepat, kikir terkesan sebagai tindakan mengumpulkan harta, padahal ada kebinasaan yang terkandung di dalamnya. Tidaklah seorang hamba bersikap kikir dan sombong, melainkan dijauhi harta dan rezeki lain dalam segala maknanya. Hidupnya menjadi sempit, sukar, dan dipenuhi kesulitan yang tiada berujung.

Dua sikap yang salah terkait harta ini terbukti membinasakan generasi terdahulu dan generasi yang akan datang. Sebab tiada kebaikan yang termaktub di dalamnya.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]