Inspirasi dari Orang-Orang Jahat

Eramuslim.com – Lelaki ini sudah memasuki usia senja. Kepala empat. Suatu hari, dia berjalan di tengah keramaian orang. Oleh salah seorang di antara mereka yang tengah duduk santai, dilontarkanlah panggilan yang bernada ejekan, “Ya Syaikhul Islam…” Padahal, saat itu, ilmu, aqidah, akhlak, dan semua yang ada pada diri si laki-laki amatlah jauh dari sebutan Syaikhul Islam.

Mendengar panggilan yang lebih kepada gurauan itu, sang lelaki pun bergumam dalam hatinya, “Aku harus berubah dan sungguh-sungguh berusaha agar benar-benar menjadi Syaikhul Islam sebagaimana yang mereka katakan.”

Dalam bilangan tahun kemudian, Allah Ta’ala pun mengabulkan niat sang lelaki itu. Laki-laki yang digelari oleh kaum Muslimin dan ulama-ulama pada masanya itu sebagai Syaikhul Islam adalah Imam Abu Zakariya al-Anshari yang bermadzhab Syafi’i.

Banyak lagi kisah serupa. Begitu melimpah teladan dari orang-orang besar yang bermula dari keburukan yang ditimpakan kepadanya. Karena sejatinya, semua yang dilakukan oleh orang lain hanya berdampak sebagaimana kita bersikap. Pun keburukan. Jika ianya disikapi dengan bijak, maka hasil akhirnya adalah kebaikan yang amat melimpah.

Sebagaimana pula yang dialami oleh Hujjatul Islam, Imam al-Ghazali, yang pernah diledek oleh perampok hingga beliau menjadi salah satu ulama agung kebanggan kaum Muslimin lintas generasi.