Lima Ciri Orang Mukmin dalam Surat Ali ‘Imran

Istiqamah (Tetap Taat)

Hidup adalah kumpulan ujian. Pun dengan ketaatan; ia akan diuji dengan sebanyak mungkin gangguan. Ujian untuk tetap taat dan patuh seringkali hadir dari dalam diri berupa kemalasan. Sedangkan pemicunya bisa dari keluarga, lingkungan ataupun faktor lainnya.

Infaq

Ialah sebentuk pengorbanan kepada Allah Ta’ala terkait harta. Infaq dalam ayat ini meliputi yang wajib berupa zakat dan yang disunnahkan berupa sedekah, pemberian, dan sebagainya. Ibnu Katsir menafsirkan infaq dengan  mengatakan, “Mengeluarkan sebagian dari harta kekayaan di jalan-jalan ketaatan yang diperintahkan; silaturahim, membantu kerabat, mencukupi kebutuhan, dan menolong orang yang sedang membutuhkan.”

Istighfar

Inilah kesadaran utuh bahwa tak ada amal yang sempurna. Maka akhir ayat ini diakhiri dengan anjuran untuk senantiasa meminta ampun kepada Allah Ta’ala dengan beristighfar. Istighfar tidak terbatas pada satu kalimat atau waktu tertentu. Namun yang paling utama sebagaimana disebutkan dalam ayat ini adalah meminta ampun kepada Allah Ta’ala di waktu sahur.

Di antara keutamaannya adalah seperti disebutkan dalam sebuah riwayat shahih bahwa Allah Ta’ala turun ke langit dunia di sepertiga malam terakhir untuk memberikan ampunan kepada hamba-hamba-Nya yang meminta ampun.

Jika lima sifat ini terdapat pada seseorang, maka gelar mukmin layak disandang olehnya. Sedangkan di antara kebaikan yang akan diterimanya adalah ampunan dari Allah Ta’ala sebagaimana disebutkan dalam Firman-Nya,

الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

(Yaitu) orang-orang yang berdoa, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (Qs. Ali ‘Imran [3]:16)

الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

(Yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur. (Qs. Ali ‘Imran [3]:17).

(Pirman/kisahikmah]