Sholat Istikharah untuk Jodoh

Selepas Subuh, ia kembali menemui Kyai.

“Sudah shalat istikharah?”

“Sampun, Yai”

“Terus?”

“Waktu tidur saya bermimpi, Yai”

“Mimpi apa?”

“Saya didatangi pria berjubah putih, diberi seekor burung putih di dalam sangkar”

“Apakah gadis yang kamu sukai itu putih dan anak tunggal?”

“Benar, Yai”

“Insya Allah itu jodohmu. Dan kamu akan dipasrahi rumah oleh mertuamu nanti.”

***

Kisah mimpi jodoh setelah shalat istikharah ini diceritakan oleh salah seorang Kyai di Jawa Timur. Menunjukkan bahwa salah satu jawaban shalat istikharah bisa melalui mimpi. Namun, tidak selalu begitu. Bahkan dalam kitab-kitab Fiqih yang membahas shalat istikharah, tidak disebutkan bahwa jawabannya melalui mimpi.

Jika tidak melalui mimpi, bagaimana mengetahui jawaban shalat istikharah? Melalui kemantapan hati. Hati kita lebih mantap ke pilihan mana yang terasa lebih baik untuk kita. Hati kita mantap memilih apa, itulah hasil istikharah. Tidak harus berupa mimpi jodoh.

“Setelah shalat istikharah, seseorang harus mengerjakan apa yang dirasa baik untuknya. Di samping itu, hendaknya ia benar-benar bebas dari kehendak pribadi,” kata Imam Nawawi rahimahullah. “Jadi jangan sampai ada perasaan ini pilihan terbaik, sebelum mengerjakan shalat istikharah. Karena jika demikian, sama halnya tidak istikharah atau kurang tawakkal pada pengetahuan dan kekuasaan Allah.”

Syaikh Wahbah Az Zuhaili rahimahullah menguatkan dengan mengutip riwayat Ibnu Sunni, “Hai Anas, jika engkau menginginkan sesuatu, maka mintalah petunjuk kepada Allah sebanyak tujuh kali. Setelah itu, lihatlah urusanmu mana yang masuk dalam hatimu pertama kali karena di situlah tempat kebaikan.” Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/Kisahikmah]