Inilah Nikmat Terbesar Manusia di Dunia

Eramuslim – Mintalah kesehatan kepada Allah, karena sesungguhnya tidak ada nikmat yang paling utama daripada nikmat kesehatan, selain keimanan (Nabi Muhammad SAW). Dengan kondisi sehat, seseorang dapat bekerja mencari nafkah, dapat beribadah, menikmati makanan, dan pergi berekreasi.

Pendek kata, orang yang sehat dapat melakukan apa saja yang disenanginya. Sebaliknya, bagi orang yang sakit, makanan yang enak pun menjadi pahit dan bahkan terkadang menjadi pantangan.

Kalau sudah demikian, uang jutaan rupiah yang dimilikinya seolah tak ada artinya. Dengan demikian, kesehatan merupakan nikmat terbesar bagi manusia. Nabi Muhammad SAW sendiri seperti dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah di atas, menempatkannya sebagai nikmat terbaik setelah nikmat keimanan.

Dalam konteks ini, amat menarik penafsiran ahli tafsir Ibn Katsir ketika membahas ayat: Rabbana atina fi al-dunya hasanah wafil akhirati hasanah… (QS: 2:201). Menurutnya, muatan ‘kebahagiaan dunia’ yang kita mohonkan kepada Allah dalam ayat itu terdiri dari 10 macam kebahagiaan. Demikian pula kebahagiaan akhirat, juga terdiri dari 10 macam.

Yang menarik dalam tataran ini adalah kebahagiaan dunia yang paling utama dan pertama, menurut Ibn Katsir, adalah nikmat kesehatan. Dalam ibadah sholat, permohonan agar diberi kesehatan menjadi bagian dari doa bacaan sholat, misalnya ketika duduk antara dua sujud dan bacaan qunut.