Jadilah ‘Buah Utrujah’

utrujahAnda suka makan buah? Pasti. Saya juga demikian. Selain buah adalah ‘cemilan’ yang mudah sekali didapatkan, buah juga makanan yang bergizi, bervitamin, menyegarkan dan menyehatkan. Tanpa buah setelah makan pagi atau makan siang atau makan malam, rasanya ada yang kurang. Selain mengurangi ‘pemandangan’ di meja makan, rasanya menu makanan juga kurang sempurna. Makanya, pemerintah mencanangkan prinsip hidup dalam urusan ‘makan-memakan’ ini dengan istilah “Empat Sehat Lima Sempurna”. Dan buah menjadi bagian terpenting di dalamnya.

Ternyata, hasil penelitian ilmiah terkini dan ‘terkuno’, manfaat buah-buahan yang ada di dunia ini banyak sekali. Subhanallah, tiap buah-buahan memiliki kandungan gizi, vitamin dan khasiat sendiri-sendiri. Banyak yang kemudian memanfaatkan untuk pengobatan modern maupun konvensional, terapi kesehatan, dan lain-lain. Inilah sembilan manfaat buah-buahan yang perlu Anda ketahui:

  1. 1.     Buah mengandung banyak vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh, antara lain: vitamin A (beta-karoten), C dan E, magnesium, zinc, fosfor, dan asam folat. Riset menunjukkan asam folat berkhasiat mengurangi kadar homosistein, zat yang meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.
  2. 2.     Buah 100% bebas kolesterol. Terlalu banyak kolesterol berbahaya bagi tubuh kita. Buah-buahan tidak/sangat sedikit mengandung kolesterol yang dapat menyebabkan penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan penyakit-penyakit lainnya.
  3. 3.     Buah merangsang kemampuan otak. Buah berperan positif terhadap kemampuan mengingat dan mengolah informasi di otak serta mencegah kepikunan (Alzheimer).
  4. 4.     Buah bermanfaat mencegah dan mengobati kanker. Terapi dengan diet jus buah dan sayuran yang terprogram dapat mengobati kanker dan berbagai macam penyakit. Buah-buahan yang berwarna merah dan ungu, seperti tomat, strawberry dan buah merah, mengandung banyak lycopene dan anthocyanins yang berkhasiat mengatasi kanker.
  5. 5.     Buah membuat kita merasa lebih bahagia. Mengkonsumsi buah dengan teratur dapat menghilangkan depresi dan membuat kita lebih bahagia.
  6. 6.     Buah adalah makanan yang paling alami. Buah adalah makanan yang tidak perlu diolah dan sangat alami (tentu saja, bila diproduksi tanpa pestisida berlebihan).
  7. 7.     Buah mengandung banyak serat yang bermanfaat mencegah sembelit (sulit buang air besar), ambeien dan kanker kolon.
  8. 8.     Buah adalah sumber utama antioksidan, zat yang menetralisir radikal bebas yang berperan terhadap penuaan dini dan penyebab berbagai penyakit. Produksi radikal bebas di dalam tubuh terutama dipicu oleh polusi, sinar matahari berlebihan, merokok dan alkohol.
  9. 9.     Buah menghemat belanja. Anda tidak harus merogoh kocek lebih dalam untuk mengkonsumsi buah, alihkan saja anggaran belanja Anda untuk makanan lain ke buah-buahan. Gantilah kudapan coklat atau kue Anda dengan buah-buahan.

 

Betapa pentingnya adanya buah-buahan ini bagi umat manusia, Rasulullah Saw pun menjadikannya sebagai perumpamaan kehidupan umatnya. Perumpaman yang disampaikan oleh Rasulullah Saw tidak sekedar menjadikan kita sehat, bergizi, segar dan kenyang. Akan tetapi, pesan yang diberikan oleh Rasul Saw sangat bisa menjadi bekal untuk hidup ‘sehat’ baik di dunia dan di akhirat. Anda percaya? Harus percaya. Saya pun yakin dan percaya sebagai bukti keimanan kita kepada Rasulullah Saw.

Perhatikan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ariy, ia berkata: telah bersabda Rasulullah Saw: “Permisalan seorang mukmin yang membaca Al-Qur’an bagaikan buah Utrujah, baunya wangi dan lezat rasanya. Sedangkan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an, maka ia seperti tamr (kurma), tidak berbau tetapi manis rasanya. Permisalan seorang munafiq yang membaca Al-Qur’an seperti raihan, baunya wangi akan tetapi rasanya pahit. Sedangkan permisalan seorang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an, maka ia seperti buah handhalah, tidak wangi lagi pahit rasanya.”(HR. Bukhari)

Nah..dari pesan hadits tadi, ada empat buah-buahan yang disebutkan, yaitu buah utrujah, buah kurma, buah raihan dan buah handhalah. Masing-masing memiliki karakter sendiri-sendiri, baik dari bau maupun rasanya. Keempat buah tadi jelas ada di dunia ini, karena itu, Rasulullah Saw menjadikannya sebagai perumpamaan jenis-jenis umatnya. Tentunya, semua itu dimaksudkan agar kita lebih mudah memahami pelajaran atau hikmah apa yang ingin dipesankan oleh Beliau. Dari satu hadits –diantara banyak hadits yang semakna- ini, kita tentu dapat dengan mudah mencerna pesan tersebut. Bahwa hendaklah sebagai seorang mukmin, kita harus gemar membaca Al Qur’an. Mengapa? Ya..karena ‘efek samping’ dari kegemaran itu, menjadikan diri kita lebih ‘harum’ dan ‘lezat rasanya’. Maksudnya jiwa dan raga kita menjadi berkualitas luar dalam. Jasmani dan rohani kita menjadi lebih baik. Tidak hanya penampilan fisik yang sehat dan bergizi namun hati dan pikirannya juga ‘sehat dan bersih’. Mukmin yang seperti ini, tidak hanya memiliki inner beauty tetapi juga punya outer beauty.

Tentu Anda suka sekali bukan bila memegang dan mencium buah yang harum dan lezat baunya. Demikian pula bila berdekatan dengan seorang guru, baik di madrasah/sekolah maupun di rumah, yang hobinya membaca Al Qur’an, tentu kita akan suka. Berkumpul dengan guru-guru, baik guru mapel Agama maupun guru mapel umum, yang menjadikan Al Qur’an sebagai sumber belajar-mengajar, pedoman proses pembelajaran, dan prinsip hidup mendidik siswa-siswinya.Maka jiwa raga kita pasti akan lebih sehat dan bergizi. Jasmani dan rohani kita menjadi lebih shalih. Perbuatan kita menjadi perbuatan yang baik, perkataan kita menjadi perkataan yang enak didengar, dan kepribadian kita menjadi kepribadian yang layak untuk menjadi panutan dan suri tauladan baik oleh siswa-siswanya maupun teman seprofesi. Siapapun pasti suka dan rindu bergaul lebih lama dan lama dengan mukmin yang demikian. Karena auranya adalah ‘aura’ Al Qur’an.

Lalu bagaimana dengan perumpamaan dengan buah-buah yang lainnya? Nah..Anda tentu lebih hebat memahaminya daripada saya. Anda tentu lebih bisa mencerna pesan itu lebih baik daripada saya. Anda juga pasti lebih indah merangkai hikmah dan pelajaran yang lebih mendalam daripada saya. Yukk..bersama-sama kita petik ‘buah’ dari pesan tentang buah-buahan yang disampaikan dengan sangat gamblang oleh Rasulullah Saw pada hadits di atas. Yang pasti, sebagai seorang guru, saya ingin menjadi ‘buah Utrujah’, Anda juga kan? 

-Eka Sugeng Ariadi-