eramuslim

Hilirisasi Kemenyan ala Gibran: Gimmick atau Peluang Industri?

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Humas Setwapres)

Eramuslim.com - Pernyataan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka baru-baru ini mengundang sorotan publik. Dalam sebuah acara resmi di Istana Wapres, Gibran menyebut bahwa parfum mewah seperti Louis Vuitton (LV) dan Gucci terbuat dari kemenyan.

"Ibu-ibu yang pakai parfum LV, Gucci, dan lain-lain itu dari kemenyan, loh," ujar Gibran. Ia juga menekankan pentingnya hilirisasi kemenyan, yang selama ini dianggap hanya berkaitan dengan praktik mistis. "Kemenyan itu sama berharganya dengan nikel, tapi dari dulu kita ekspor dalam bentuk mentah. Harusnya bisa kita olah lebih jauh,” katanya dalam pembekalan kepemimpinan Lemhannas, Senin, 14 Juli 2025.

Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan: benarkah parfum LV dan Gucci mengandung kemenyan?

Louis Vuitton: Tak Ada Kemenyan dalam Daftar

Setelah menelusuri langsung situs resmi Louis Vuitton dan koleksi parfumnya, tidak ditemukan satupun varian yang menyebutkan frankincense (nama lain kemenyan) sebagai bahan utama. Parfum LV justru fokus pada aroma floral, kayu-kayuan, kulit, dan buah-buahan. Komposisinya lebih menonjolkan bunga magnolia, melati sambac, iris, hingga cedarwood—tanpa jejak kemenyan.

Gucci: Beberapa Parfum Memang Pakai Kemenyan

Berbeda dengan LV, merek Gucci ternyata memiliki beberapa parfum yang memang mengandung frankincense. Salah satunya Gucci Intense Oud Eau de Parfum, yang menampilkan aroma oriental khas dengan kombinasi oud, amber, kulit, dan frankincense. Kandungan ini menciptakan kesan smoky dan eksotis.

Namun, tak semua parfum Gucci mengandung kemenyan. Hanya beberapa lini khusus yang memanfaatkan bahan aromatik tersebut. Artinya, pernyataan bahwa “semua parfum Gucci dibuat dari kemenyan” tidak akurat.

Baik Gucci maupun Louis Vuitton kini bergerak menuju produksi parfum yang lebih berkelanjutan. Mereka mengutamakan bahan alami yang bisa dilacak asal-usulnya serta memperhatikan sumber daya yang lestari, termasuk jika menggunakan kemenyan. Ini menandakan bahwa resin seperti frankincense tidak lagi eksklusif dalam dunia spiritual, tapi juga berperan dalam kemewahan modern.

Gibran punya poin penting soal potensi ekonomi kemenyan. Meski tidak semua parfum mewah menggunakannya, ada produk-produk tertentu—terutama dari Gucci—yang memang menjadikan kemenyan sebagai elemen khasnya. Namun menyatakan bahwa LV dan Gucci secara umum "terbuat dari kemenyan" adalah penyederhanaan yang kurang tepat.

Alih-alih hanya memicu debat soal parfum, pernyataan Gibran seharusnya dilihat sebagai ajakan untuk melihat potensi ekonomi lokal dengan lebih cermat. Hilirisasi kemenyan bisa jadi langkah strategis, asal didukung riset, alat, dan kebijakan yang tepat.

Sumber: Metro TV News dan inilah.com