Ijazah Jokowi Masih Misterius! Alumni UGM Ultimatum: Tunjukkan atau Kami Bergerak!

Eramuslim.com - Kontroversi dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo kembali menghangat. Kali ini, desakan keras datang dari Forum Alumni Kampus Seluruh Indonesia (AKSI). Presidium AKSI, Nurmadi H. Sumarta, menantang Jokowi untuk secara terbuka menunjukkan ijazah aslinya ke publik. Pasalnya, rumor soal ijazah yang disebut “dicetak di Pasar Pramuka” oleh Beathor Suryadi terus bergulir tanpa henti dan makin liar di jagat media sosial.
"Kalau memang benar alumni, Pak Jokowi tunjukkan saja ijazahmu! Jangan terus-terusan membiarkan keraguan ini membesar," tegas Nurmadi kepada fajar.co.id, Minggu (6/7/2025).
Meskipun sebelumnya kasus ini dinyatakan selesai oleh Bareskrim, kini prosesnya kembali dibuka setelah desakan dari Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) yang mengajukan permintaan gelar perkara khusus ke Mabes Polri. Sidang khusus ini dijadwalkan ulang pada 10 Juli 2025, setelah sebelumnya batal digelar pada 3 Juli.
Tak hanya menyeret nama Jokowi, Universitas Gadjah Mada (UGM) pun ikut terseret arus polemik. Reputasi kampus ternama itu dianggap ternoda oleh ketidakjelasan soal ijazah Jokowi. Relawan Alumni UGM Bergerak (Relagama) pun menyatakan kemarahan dan kekecewaan, bahkan mengancam akan melayangkan mosi tidak percaya kepada Rektor UGM jika kejelasan tidak segera diberikan.
"Marwah UGM jadi bahan cemoohan. Kami tidak akan tinggal diam," tegas mereka.
Relagama dan AKSI sepakat akan menggelar aksi besar-besaran di Balairung UGM pada Selasa pagi, 8 Juli 2025. Mereka mendesak Jokowi dan UGM untuk menyelesaikan polemik ini secara terbuka, jujur, dan elegan.
"Ini bukan soal politik, ini soal kejujuran dan harga diri sejarah bangsa," lanjut Nurmadi.
Sementara itu, Bangun Sutoto, Koordinator Relagama Bergerak, membantah keras tuduhan bahwa gerakan ini ditunggangi partai atau kepentingan tertentu. Ia menegaskan, gerakan ini lahir dari keresahan moral para alumni atas tercemarnya nama baik almamater.
"UGM didirikan oleh para pejuang, bukan untuk mencetak pencundang!" serunya tajam.
Menurutnya, para alumni punya tanggung jawab moral untuk menjaga kehormatan kampus dan sejarah bangsa. Ia bahkan menyamakan perjuangan mereka dengan air yang mengalir tenang tapi menghanyutkan, memberi tanpa mencaci, dan bergerak lintas generasi.
"Kami adalah Relagama Bergerak. Gerakan kami akan terus mengalir, seperti Bengawan Solo. Diam bukan pilihan, karena diam berarti menyerah," pungkasnya.
Sumber: fajar.co.id