eramuslim

Imam besar katolik ortodoks, Dmitri Smirnov ungkapkan masa depan Rusia milik umat muslim hingga akui islam

Dmitri Smirnov, Imam besar katolik ortodoks yang akui  kebenaran islam di Rusia (Ririn Yusrin Fauziah )

eramuslim.com - Kabar menggemparkan datang dari imam besar katolik ortodoks yang mengakui kebenaran akan agama islam. Dmitri Smirnov mengatakan hal itu di depan ratusan jemaatnya ketika khotbah misa sembari menangis.

Dmitri Smirnov, imam besar katolik ortodoks, selain mengaku kebenaran agama islam juga mengatakan bahwa masa depan Negara Rusia menjadi milik umat muslim.

Meskipun Dmitri Smirnov sebagai imam besar katolik ortodoks, ia melihat sesuatu yang hanya ada dari diri umat islam, salah satunya ketika tengah menunaikan ibadah salat.

“Jutaan umat manusia yang beribadah dengan teratur dalam satu waktu dan tempat, mereka menempati shaf mereka masing-masing dan hal itu tidak perlu dijelaskan,” ungkap Dmitri, dikutip Hops.ID melalui kanal YouTube Cahaya Al Hidayah pada Rabu, 20 April 2022.

“Lalu di mana kalian melihat penganut agama kristen di seluruh dunia bisa beribadah bersama dan hal itu sama sekali tidak ada dalam kristen,” sambungnya.

Kalimat-kalimat itu diucapkan oleh Dmitri dalam khotbah misa di hadapan ratusan jemaat. Tidak hanya itu, ia juga mengatakan bahwa Rusia akan dikuasai oleh umat muslim mengingat semakin banyaknya warga setempat yang menganut agama islam.

“Bahwa sekarang dan selanjutnya masa depan Rusia akan menjadi milik umat islam,” katanya.

Kurang lebih kini telah ada 23 juta umat muslim di Rusia, berbeda dengan pemeluk kristen mengalami penurunan hingga 18 juta.

Kemudian Dmitri mengisahkan seorang pemuda muslim yang tanpa pamrih senantiasa mengantar dan menjemput seorang perempuan lansia, agar bisa mengikuti ibadah di gereja di kota Moscow.

Pemuda muslim itu tidak mengharapkan imbalan jasa sedikit pun lantaran dalam islam dilarang mengambil upah pada lansia, jompo, kaum dhuafa, anak yatim dan lainnya.

Bahkan Dmitri tidak menemukan perilaku serupa pada pemuda kristen, hal tersebut diakuinya di hadapan jemaat.

“Apakah kalian tidak merasakan bagaimana prosesi dalam penebusan dosa, siapa saja harus membayar pada pendetamu entah itu miskin atau manula, wajib memaharkannya dalam ritual pengampunan dosa,” katanya.

Menurutnya, umat islam begitu mengedepankan etika serta kesopanan. Sedangkan mengenai islam banyak dikaitkan engan terorisme, Dmitri mengatakan itu hanyalah isu belaka.

Terbukti dengan berbondong-bondongnya warga Rusia dan Eropa umumnya banyak yang memutuskan menjadi mualaf karena tahu islam tidaklah sekejam yang dituduhkan.

“Ini sebuah fakta bahwa islam sekarang menjadi agama tebesar di Rusia,” ungkapnya sembari menangis. [Hops]