Imam Masjid Raya Paris Dukung Israel?
Komunitas Muslim di Prancis berang dengan pernyataan Direktur dan Imam Masjid Raya Paris, Dalil Boubakeur yang dimuat dalam artikel wawancara di majalah pariwisata SVP. Majalah tersebut memuat pernyataan Boubakeur yang mengecam misil-misil Hamas dan membenarkan tindakan Israel menyerang Jalur Gaza sebagai balasan atas tembakan misil pejuang Palestina.
"Terkait peristiwa terakhir yang terjadi di Gaza, saya pribadi yakin ketika sebuah organisasi seperti Hamas membom Israel selama bertahun-tahun, itu artinya mereka telah mendorong munculnya reaksi dari Israel dan menjadikan rakyat Palestina sebagai sasaran balas dendam mereka," demikian pernyataan Boubaker yang dimuat majalah SVP.
Dalam wawancara itu ditulis bahwa Boubaker juga menyatakan kekagumannya pada kecerdasan orang-orang Israel dan mengatakan bahwa kitab suci al-Quran menyebut orang-orang Yahudi sebagai umat pilihan Tuhan.
Akibat pernyataan tersebut, masyarakat Muslim Prancis marah dan meminta agar Boubaker memberikan penjelasan atas pernyatannya itu. Mereka juga menuntut agar Boubaker dipecat dari jabatannya sebagai Imam dan Direktur Masjid Raya Paris. Mereka menolak pernyataan Boubaker dan menegaskan bahwa Muslim Prancis mendukung penuh perjuangan rakyat Palestina.
"Kami tidak sepakat dengan apa yang dikatakan Boubaker tentang Israel dan kami menginginkan Boubaker memberikan penjelasan atas komentarnya itu. Jika Boubaker benar telah mengeluarkan pernyataan semacam itu, kami anggap sebagai hal yang memalukan dan kami tidak bisa menerimanya," kata anggota Dewan Muslim Prancis Abdullah Zikri, lembaga yang juga dipimpin Boubaker.
SVP memuat wawancara dengan Boubaker dalam bentuk tanya jawab sebagai bagian dari rubrik dialog antara komunitas Muslim dan Yahudi, setelah Masjid Raya Paris menarik diri dari Asosiasi Persahabatan Yahudi-Muslim sebagai bentuk protes atas agresi brutal Israel ke Jalur Gaza bulan Januari kemarin.
Boubaker, dalam wawancara dengan televisi al-Arabiya, membantah semua yang tertulis dalam majalah SVP dan menuding majalah tersebut telah mengutip pernyataan-pernyataannya diluar konteks. Ia juga membantah tuduhan bahwa ia akan berkunjung ke Israel, meski mengakui bahwa ia telah menerima undangan berkunjung ke Israel dari komunitas Yahudi di Prancis. Boubaker mengancam akan menempuh jalur hukum jika perlu, karena SVP dianggap telah memelintir pernyataannya.
"Masjid Paris selalu mendukung rakyat Palestina," tukas Boubaker seraya menyebut bantuan-bantuan kemanusiaan yang telah dikirim masjid tersebut ke Jalur Gaza lewat jalur kementerian luar negeri Prancis. Di sisi lain Boubaker yang asal Aljazair itu juga menyebutkan peran Masjid Paris melindungi kaum Yahudi dari ancaman Nazi saat Perang Dunia II.
Tapi, Asosiasi Masyarakat Aljazair-Prancis menyatakan bahwa mereka sedang menyiapkan memorandum resmi terhadap Boubaker karena dianggap telah membuat malu warga Aljazair dan kaum Muslimin di Prancis atas pernyatannya yang mendukung Israel.
"Kami akan menyerahkan memorandum itu setelah pemilu presiden di Aljazair," kata Shafia Menshetla, juru bicara asosiasi. (ln/aby)