Imunisasi HPV untuk Laki-Laki di Bawah Usia 15 Tahun, Upaya Kemenkes Cegah Kanker Serviks

Eramuslim.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan rencana pemberian vaksin Human Papilloma Virus (HPV) bagi anak laki-laki di bawah usia 15 tahun. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi pencegahan penularan HPV melalui hubungan seksual dan mendukung target eliminasi kanker serviks di Indonesia.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan bahwa program imunisasi HPV akan dilaksanakan dalam dua tahap: fase pertama pada 2023–2027 dan fase kedua pada 2028–2030. Vaksinasi ini akan dilaksanakan bersamaan dengan momentum Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
“Infeksi HPV bisa tidak terdeteksi karena seringkali hanya muncul sebagai kutil, yang bisa berada di kulit maupun organ genital, baik pada laki-laki maupun perempuan,” kata Nadia, dikutip dari Media Indonesia, Sabtu, 14 Juni 2025.
Nadia menyoroti bahwa kanker serviks masih menjadi penyebab kematian utama bagi perempuan di Indonesia, dengan estimasi 56 kematian per hari akibat penyakit ini. Data dari International Agency for Research on Cancer (2022) mencatat total kasus kanker di Indonesia mencapai 408 ribu, dengan angka kematian sebanyak 242 ribu.
“Angka kejadian kanker di Indonesia mencapai 136,9 per 100 ribu penduduk,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa kanker serviks adalah satu dari sedikit jenis kanker yang dapat dicegah melalui imunisasi. Oleh sebab itu, pemberian vaksin juga ditujukan kepada anak laki-laki agar mereka tidak menjadi pembawa virus yang berisiko menularkan kepada pasangan seksualnya. Selain vaksinasi, skrining HPV berbasis DNA juga menjadi bagian penting dari upaya pencegahan dan deteksi dini.
HPV pada laki-laki dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti kutil kelamin dan sejumlah jenis kanker yang menyerang anus, penis, serta tenggorokan (orofaring).
Nadia juga menginformasikan bahwa imunisasi HPV akan menyasar anak usia kelas 5 SD (11–12 tahun), serta imunisasi kejar bagi anak laki-laki dan perempuan yang belum menerima vaksin hingga usia 15 tahun.
Target nasional eliminasi kanker serviks mencakup tiga pilar utama: 90% anak-anak (perempuan dan laki-laki) mendapat vaksin HPV sebelum usia 15 tahun, 75% perempuan usia 30–69 tahun melakukan skrining HPV DNA, dan 90% perempuan dengan lesi prakanker atau kanker serviks mendapatkan pengobatan sesuai standar.
Sumber: MetroNews