eramuslim

Ini Calhaj Tertua di Musim Haji 2018, Umurnya 120 Tahun

Eramuslim - Meski harus mendapatkan bantuan khusus, tidak menyurutkan langkah calon jamaah haji asal Lombok, Dirah bin Mustopa, yang mengklaim dirinya berusia 120 tahun untuk dapat menunaikan Rukun Islam kelima.

Tiba di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, pada hari Selasa (31/7) dini hari. Terpancar wajah sumringah Mbah Dirah yang mengenakan kursi roda karena telah tiba di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.

“Jamaah Kloter 09 Embarkasi Lombok, aslinya dia bilang sudah berusia 120 tahun,” ujar Pelaksana Seksi Perlindungan Jamaah Daker Bandara, Ubaidillah, di Jeddah, Selasa.

[caption id="attachment_198606" align="alignnone" width="610"] Petugas PPIH Arab Saudi memasangkan sandal untuk Dirah[/caption]

Kendati demikian, Ubaidillah menjelaskan bahwa Mbah Dirah didaftarkan berangkat haji menggunakan paspor dengan tahun kelahiran 1932. Dengan dokumen resmi itu, Mbah Dirah sedianya berusia 86 tahun.

Mbah Dirah datang tanpa ditemani sanak keluarga ke Tanah Suci. Meski harus dinaikkan kursi roda, Mbah Dirah nampak senang tiba di Tanah Suci. “Alhamdulillah… alhamdulillah…,” katanya.

Ia kemudian menuturkan sebenarnya telah berusia 120 tahun. Kisah ini diiyakan sejumlah rekan-rekan satu rombongannya yang beberapa merupakan tetangga di kampung halaman. Ketika tiba, Dirah tak membawa air minum seperti jamaah kebanyakan. Ia juga tak bersandal meski hal itu disyariatkan bagi mereka yang berihram. “Dia senang sekali dan gembira kami belikan minum dan sandal,” kata Ubaidillah.

Oleh pihak Daker Bandara, yang bersangkutan langsung dititipkan ke petugas pendamping jamaah setelah diperiksa kesehatannya.  Dirah berangkat bersama 131 jamaah lainnya dari Lombok Barat. Ia berasal dari Desa Duman, Kecamatan Lingsar. Ia mengaku didaftarkan haji oleh keluarganya pada tahun 2003.

Kepala Daker Bandara PPIH Arab Saudi Arsyad Hidayat mengatakan, sejauh ini klaim usia Dirah hanya dari keterangannya saja dan belum bisa dikonfirmasi. “Kita tidak punya cara

mengetahui secara pasti umurnya,” kata Arsyad di Bandara KAIA.

 

Merujuk data Daker Bandara, sepanjang kedatangan gelombang pertama hingga awal kedatangan gelombang kedua pada 30 Juli 2018, sekira 6,4 persen jamaah berusia di atas 71 tahun dengan total jamaah 5.806 orang. Sedangkan yang berusia 61 hingga 70 tahun sebanyak 18.685 jamaah, atau 20 persen dari total jamaah yang telah tiba.

Sementara yang berusia 51 hingga 60 tahun sebanyak 31.770 atau 35,2 persen dari total jamaah. Sebaliknya, total jamaah dari usia di bawah 20 tahun hingga 40 tahun sebanyak 9.964 orang atau 10,96 persen dari total jamaah yang telah tiba. (rol)