eramuslim

Iran Membalas Serangan AS dengan Hujan Rudal ke Pangkalan Militer di Qatar dan Irak

Eramuslim.com - Iran melakukan serangan balasan pada hari Senin atas serangan udara Amerika Serikat pada hari Minggu yang menyasar tiga situs nuklirnya, dengan menembakkan setidaknya 10 rudal ke pangkalan-pangkalan militer AS di Qatar dan Irak.

Seorang pejabat pertahanan Israel mengonfirmasi kepada Al-Monitor bahwa Iran telah meluncurkan sedikitnya 10 rudal ke arah pangkalan militer AS di Qatar dan satu ke arah Irak. Qatar diketahui menjadi tuan rumah pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah, dengan lebih dari 8.000 tentara AS ditempatkan di Pangkalan Udara Al Udeid di luar ibu kota Doha. Militer AS juga memiliki kehadiran di Pangkalan Udara Ain Al Asad di Provinsi Anbar, Irak.

Suara ledakan terdengar di atas langit Doha, menurut laporan dari Agence France-Presse dan Reuters.

Menurut kantor berita Mehr News dari Iran, operasi peluncuran rudal Iran terhadap pangkalan AS di Qatar dan Irak ini diberi nama Blessings of Victory (Berkah Kemenangan).

Dalam pernyataan yang dipublikasikan oleh kantor berita semi-resmi Tasnim, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebut bahwa mereka telah meluncurkan “serangan rudal yang kuat dan menghancurkan” ke Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar.

IRGC menggambarkan serangan tersebut sebagai pesan yang “jelas dan gamblang” kepada Gedung Putih, dan memperingatkan bahwa Iran “tidak akan membiarkan serangan terhadap integritas wilayah, kedaulatan, atau keamanan nasionalnya tidak dibalas dalam kondisi apa pun.”

Qatar mengecam keras serangan dari Iran, yang menurutnya berhasil digagalkan oleh sistem pertahanan udaranya, dan mengancam akan melakukan balasan secara langsung.

“Kami menyampaikan kecaman keras Negara Qatar atas serangan yang menargetkan Pangkalan Udara Al Udeid oleh Garda Revolusi Iran,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari. “Qatar berhak untuk membalas langsung dengan cara yang sepadan dengan sifat dan skala agresi terang-terangan ini dan sesuai dengan hukum internasional,” tambah Ansari.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Bahrain dalam sebuah unggahan di X menyebutkan bahwa “siren telah dibunyikan” dan meminta warga “tetap tenang dan segera menuju tempat aman terdekat.” Namun kementerian tersebut tidak menyatakan secara langsung bahwa wilayah Bahrain telah diserang.

Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan kepada Al-Monitor bahwa “Gedung Putih dan Departemen Pertahanan menyadari dan tengah memantau dengan ketat potensi ancaman terhadap Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar.”

Belum ada laporan resmi mengenai kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan tersebut.

Serangan ini merupakan serangan langsung terbesar kedua yang diluncurkan Teheran terhadap target AS di kawasan, setelah respons Republik Islam atas pembunuhan Komandan IRGC Jenderal Qasem Soleimani pada tahun 2020.

Amerika Serikat secara resmi terlibat dalam perang antara Israel dan Iran pada hari Minggu, setelah Presiden Donald Trump memberi otorisasi serangan terhadap situs-situs nuklir Iran di Natanz, Fordow, dan Isfahan. Teheran menyebut serangan itu sebagai "pelanggaran garis merah besar" dan bersumpah akan membalasnya.

Sumber: Al Monitor