eramuslim

Iran Tegaskan Perlawanan Palestina Akan Akhiri Penjajahan Zionis di Gaza

eramuslim.com - Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa kelompok pejuang Palestina, Hamas, tetap eksis dan terus berjuang dengan semangat yang semakin besar untuk mempermalukan musuh-musuhnya.

Ghalibaf menyebutkan bahwa keberhasilan para tahanan Palestina untuk kembali ke keluarga mereka setelah mengalami penindasan oleh aparat Israel merupakan hasil dari dukungan rakyat Gaza terhadap gerakan perlawanan.

Ia juga mengatakan bahwa meskipun para penjajah, seperti Zionis, dapat menghancurkan rumah, sekolah, dan rumah sakit dengan bom yang didukung Amerika Serikat, mereka tidak akan pernah mampu menghancurkan tekad rakyat Palestina.

Selain itu, Ghalibaf menyoroti bahwa perang psikososial yang dilancarkan Zionis secara global telah dikalahkan oleh Perlawanan Palestina dan Lebanon, merujuk pada Hizbullah, sebuah organisasi politik dan paramiliter di Lebanon.

“Hari ini menjadi jelas bahwa Hamas masih hidup dan perlawanan terus berlanjut dengan tekad yang lebih kuat,” ujar Ghalibaf, sebagaimana dikutip dari Mehr News Agency, Senin, 27 Januari 2025.

Ia menambahkan bahwa lebih dari 15 bulan perlawanan terhadap genosida yang dilakukan rezim apartheid Israel akan berakhir dengan penarikan penuh Zionis dari Jalur Gaza serta kembalinya para pengungsi Palestina ke tanah mereka.

Hamas dan Israel telah menyepakati perjanjian gencatan senjata sejak 19 Januari 2025. Sebelumnya, Israel melakukan serangan besar-besaran di Gaza yang menewaskan lebih dari 47.000 orang, mayoritas di antaranya adalah perempuan dan anak-anak, sebagai respons atas serangan mendadak Hamas ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023.

Hubungan Iran dan Hamas menjadi semakin erat, terutama setelah Israel membunuh pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran, Iran, pada 31 Juli 2024.

(Sumber: Cnnindonesia)