eramuslim

Isu Pemakzulan Gibran Melemah, Said Didu: Era Jokowi Masih Berlanjut

Eramuslim.com - Isu pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang sempat mencuat kini diprediksi akan melemah. Hal ini disebut-sebut berkaitan dengan kuatnya pengaruh kelompok politik dari Solo yang masih mengakar dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, menyampaikan melalui akun X miliknya pada Sabtu (12/7/2025), bahwa arah politik terkait dua isu besar—pemakzulan Gibran dan dugaan ijazah palsu—sedang dilunakkan karena adanya tekanan dari lingkaran kekuasaan tertentu.

"Perubahan arah atas: 1) Usulan pemakzulan Gibran dan 2) pengungkapan kasus ijazah palsu, menjadi melemah bahkan akan dihambat, infonya karena ada 'perintah singkat' dari Solo: 'Hambalang harus pegang komitmen'," tulis Said Didu.

Ia bahkan menyimpulkan, jika informasi ini benar, maka kondisi politik saat ini bukan lagi soal “matahari kembar” antara Jokowi dan Prabowo, melainkan kelanjutan dari dominasi politik era Jokowi. “Kalau info ini benar maka ini bukan lagi matahari kembar – tapi ini adalah Jokowi 3 periode,” sindirnya.

Di sisi lain, mantan Menko Polhukam Mahfud MD turut menanggapi isu pemakzulan Gibran. Menurutnya, secara moral, surat desakan pemakzulan memang kuat. Namun secara politik, realisasinya nyaris mustahil.

"Secara hukum moral, surat itu bagus. Tapi secara politik, saya kira agak sulit diwujudkan," ujar Mahfud, Jumat (11/7/2025).

Ia menilai Presiden Prabowo memiliki kekuatan politik yang jauh lebih besar dibandingkan para purnawirawan yang menggagas wacana pemakzulan. Bahkan jika surat tersebut ditindaklanjuti, prosesnya akan memakan waktu sangat lama dan penuh tantangan politik. Mahfud juga menyebut adanya indikasi tekanan atau ancaman terselubung di balik isu ini.

Sumber: fajar.co.id