Jamaah Ikhwan Terlibat Transaksi Rahasia dengan Rezim Mubarak?

Kelompok oposisi terbesar Mesir, Ikhwanul Muslimin, terlibat dalam transaksi politik rahasia dengan rezim yang digulingkan mantan Presiden Hosni Mubarak, seorang mantan anggota Ikhwan menyatakan.
Anggota reformis Ikhwan Haytham Ali, yang membelot pada hari Kamis kemarin (31/3), mengatakan anggota-anggota Maktab Al-Irsyad, badan eksekutif tertinggi kelompok itu, telah mengadakan pertemuan rahasia dengan Wakil Presiden Omar Suleiman, di mana mereka menegosiasikan cara mengakhiri partisipasi mereka dalam revolusi 25 Januari lalu dalam sebuah pertukaran untuk keuntungan politik.
Dia juga mengumumkan bahwa para petinggi Ikhwan telah terlibat dalam negosiasi yang sama dengan otoritas keamanan selama pemilihan parlemen tahun 2005 lalu, setuju untuk menutup mata untuk atas kecurangan dalam pemilu sebagai imbalan untuk sejumlah kursi tertentu.
Puluhan pemuda Ikhwan telah melontarkan kritik tajam kepada anggota Maktab Al-Irsyad untuk apa yang mereka gambarkan sebagai "kegagalan untuk memahami semangat revolusi".
Sebagian anggota pemuda Ikhwan ingin adanya kebebasan untuk bergabung dengan partai politik lainnya, tanpa harus wajib bergabung dengan partai resmi bentukan Ikhwanul Muslimin Partai Kebebasan dan Partai Keadilan, tapi Mursyid 'Aam Ikhwan Muhammad Badie telah mengatakan bahwa anggota Ikhwan tidak bisa bergabung dengan kelompok politik lainnya selain dari partai resmi Ikhwan. (fq/almasryalyoum)