Jejak Indonesia di Balkan: Masjid Istiqlal Osijek Jadi Simbol Islam Damai dan Moderat
\
Eramuslim.com - Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta melakukan kunjungan resmi ke Islamic Centre Istiqlal Osijek (ICO) di Kroasia. Didampingi oleh Duta Besar RI untuk Zagreb dan perwakilan dari Dompet Dhuafa, kunjungan ini menegaskan dukungan Indonesia terhadap pembangunan masjid Istiqlal di kawasan Balkan.
Dalam kunjungannya, Anis menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia berkomitmen memberikan bantuan hibah untuk mendukung pembangunan ICO. Ia juga mengajak lembaga zakat dan wakaf di Indonesia untuk turut serta memberikan kontribusi dalam proyek keagamaan dan kemanusiaan ini.
Pusat Islam Moderat di Jantung Eropa Timur
ICO di Osijek memiliki arti strategis, tidak hanya bagi Muslim di Kroasia, tetapi juga komunitas Muslim dari Hungaria, Serbia, hingga Bosnia-Herzegovina. Diperkirakan sekitar 10.000 Muslim dari kawasan ini akan menjadikan ICO sebagai pusat kegiatan spiritual dan sosial.
Menurut keterangan dari Kementerian Luar Negeri RI pada Rabu, 9 Juli 2025, pembangunan ICO mencerminkan komitmen Indonesia dalam menyebarkan nilai-nilai Islam moderat, damai, dan inklusif di kancah global. ICO juga memperkuat posisi Indonesia sebagai referensi penting bagi komunitas Muslim di Balkan.
Meneruskan Warisan Diplomasi Spiritual
Pembangunan ICO ini merupakan kelanjutan dari diplomasi budaya dan agama Indonesia di kawasan Balkan. Sebelumnya, pada tahun 2002, Masjid Istiqlal di Sarajevo, Bosnia-Herzegovina, diresmikan sebagai simbol solidaritas Indonesia terhadap dunia Islam di Eropa Timur. Pendirian ICO di Osijek kini mengemban semangat yang sama—merajut harmoni antarbangsa lewat nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.
Sumber: Metro TV News