eramuslim

Jelang Pidato Presiden Iran, Prancis Ancam Walk-Out

Pidato Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menjadi pidato pembuka konferensi anti-rasisme yang yang digelar PBB hari ini. Ahmadinejad adalah salah satu kepala negara dari sedikit kepala negara yang menghadiri konferensi yang diboikot oleh negara-negara seperti AS, Kanada, Australia, Polandia, Jerman, Italia, Selandia Baru dan Belanda termasuk Israel. Negara-negara itu memboikot konferensi anti-rasis itu karena menuding konferensi tersebut bersikap rasis terhadap entitas Yahudi dan Zionis Israel.

Seiring dengan aksi boikot negara-negara pro-Zionis Israel, Prancis mengancam akan melakukan aksi walk out dari konferensi jika Presiden Iran melontarkan pernyataan atau tuduhan yang bernunasa anti-Semit dalam pidatonya. Sementara sebuah lembaga penyiaran nasional Iran, hari Minggu kemarin mengutip pernyataan Ahmadinejad yang mengatakan bahwa ideologi dan rezim Zionis pembawa bendera rasisme.

Sentimen anti-Zionis Israel juga diungkapkan oleh negara-negara Arab dan Afrika dalam konferensi serupa di Durban, Afrika Selatan delapan tahun yang lalu, yang membuat delegasi Israel dan AS melakukan aksi walk out. Bagi Israel, AS dan sekutu-sekutunya, mengkritik kebijakan-kebijakan Zionis Israel dianggap sama dengan anti-Semit atau anti-Yahudi.

"Kami harus bersikap tegas. Kami tidak akan mentolerasi jika ia (Ahmadinejad) melontarkan pernyataan anti-Semit, kami akan segera meninggalkan ruangan," ancam Menlu Prancis, Bernard Kouchner pada radio France Info.

Israel menyebut konferensi anti-rasisme yang kali ini digelar di Jenewa "sebuah sandiwara lucu yang tragis" hanya karena konferensi itu dalam agendanya akan mengkritisi kebijakan-kebijakan apartheid yang dilakukan rezim Zionis Israel di Palestina. Organisasi World Jewish Congress yang berbasis di Paris, bahkan sampai merasa perlu mengeluarkan pernyataan khusus tentang keikutsertaan Presiden Iran dalam konferensi tersebut. Organisasi Yahudi itu mengatakan, kehadiran Ahmadinejad menunjukan bahwa PBB telah "memasukan srigala ke dalam kandang ayam."

"Konferensi yang tujuannya ingin memberantas rasisme dan ketidaktoleransian akan gagal jika agendanya didikte oleh negara-negara seperti Libya, Iran dan Pakistan," kata Presiden World Jewish Congress Ronald S Lauder.

Sementara Sekjen PBB Ban Ki-moon saat membuka konferensi mengatakan bahwa sikap islamofobia termasuk bentuk rasisme. Seperti diketahui, negara-negara AS dan Eropa kerap menunjukkan sikap islamofobia yang berlebihan dalam menentukan kebijakan-kebijakannya terhadap warga Muslim.

Komisi Tinggi HAM PBB, Navi Pillay mengungkapkan kekecewannya atas sikap AS dan sejumlah negara lainnya yang memboikot konferensi anti-rasisme di Jenewa. Ia mengatakan, target untuk menanggulangi masalah rasisme dalam level internasional yang ditetapkan dalam konferensi Durban delapan tahun yang lalu, belum tercapai.

"Delapan tahun berlalu, langkah-langkah dan komitmen terhadap anti-rasisme belum sukses menghapus praktek-praktek diskriminatif di dunia," kata Pillay.

Presiden AS Barack Obama membela diri mengapa AS memboikot konferensi tersebut. Ia menuding, bahasa yang bernuansa anti-Israel dalam draft komunike bersama peserta konferensi sangat hipokrit dan kontraproduktif.

Jepang menyatakan kekecewannya terhadap sikap AS yang memboikot konferensi anti-rasisme dan hanya mengutus dutabesarnya di Jenewa untuk menghadiri konferensi tersebut. Organisasi HAM, Human Rights Watch (HRW) juga mengecam sikap AS dan sejumlah negara yang memboikot konferensi anti-rasisme di Jenewa. HRW menuding negara-negara itu "tidak peduli dengan para korban rasisme" dan ketidakhadiran negara-negara seperti AS dan para sekutunya merupakan pukulan keras bagi upaya PBB mengatasi masalah rasisme. (ln/aby/aljz-pic)