Jika Berani, Ini Momentum Bagus Jokowi Untuk Hantam Trump
Eramuslim.com - Dalam pidato membuka acara Silaturahmi Kerja Nasional Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) dan Hari Ulang Tahun Ke-27 ICMI Tahun 2017 di Istana Kepresidenan Bogor, Jokowi mengaku jika Presiden Amerika Serikat Donald Trump di tengah Gala Dinner KTT APEC di Sheraton Resort Da Nang, Vietnam, pada Jumat (10/11) malam, terkesan ingin mendekati Iriana Jokowi, sang isteri.
Saat itu, Jokowi memboyong Ibu Negara Iriana. Selama makan malam berlangsung, kata Jokowi, Trump selalu mengajak Iriana berbincang.
"Saat makan malam, kebetulan jejer dengan istri saya di sini, Trump di sini, saya di sini. Ngajak ngomong istri saya terus," ucap Jokowi disambut tawa para tamu, Jumat (8/12).
Melihat sikap Trump, Jokowi tak ingin menegur. Namun, mantan Gubernur DKI Jakarta ini memandang lekat-lekat wajah Trump seakan takut ditelikung Trump.
"Sepanjang makan malam ajak ngomong Bu Jokowi. Saya juga, saya lihatin terus," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, foto Jokowi yang didampingi Iriana sedang makan malam bersama Donald Trump dan sejumlah kepala negara lainnya jadi sorotan netizen. Pasalnya, dalam foto tersebut terlihat Jokowi memandang tajam istrinya yang sedang berbicara Trump.
Kala itu, Iriana nampak mengenakan baju warna merah. Terlihat di samping kanan Iriana ada Jokowi yang mengenakan baju warna biru dongker. Sementara Trump duduk di samping kiri Iriana. Itu terjadi sebulan lalu.
Kemarin, usia Trump mengakui Al-Quds sebagai ibukota Zionis-Israel, yang menuai reaksi keras dari dunia, Jokowi mengaku bertambah dongkol pada Trump.
"Ini sungguh mengejutkan, menjengkelkan, mendongkolkan," ujar Presiden dalam pembukaan silaturahim dan kerja nasional serta hari ulang tahun ke-27 Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/12).
Nah, jika Jokowi berani, seharusnya momentum ini digunakan olehnya untuk menghantam Trump dengan alasan langkahnya yang sinting mengakui Al-Quds sebagai ibukota Zionis-Israel. Itu kalo berani. Bukankah sebulan lalu nyaris Trump mau "nelikung" Iriana, sang isteri? Inilah saatnya! (kl/em)