Jokowi ke AS Tak Disambut Pejabat, Novel Bamukmin: Memalukan Rakyat, Presidennya Tidak Dapat Tempat Layak di Kancah Dunia!

Presiden Jokowi / Suaracom
Eramuslim.com – Wakil Ketua Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni 212 (Wasekjen PA 212) Novel Bamukmin belum ini menyoroti kedatangan Presiden Jokowi di Amerika Serika (AS) tidak dapat sambutan pejabat tinggi Lantas hal tersebut, Novel Bamukmin menyebutkan bahwa dirinya tidak terkejut sama sekali terkait hal tersebut.
“Indonesia punya presiden yang jauh dari kepatutan dan kelayakan,” ujar Novel Bamukmin.
Selain dari itu, Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin bahkan menduga hal itu terjadi karena presiden yang datang dibangun dari pencitraan suatu kelompok semata.
Padahal, menurut dia, pemimpin negara harusnya lahir tidak dari sebuah pencitraan.
Menurutnya, seorang presiden harus berkinerja baik dan bukan boneka oligarki. “Benar-benar memalukan bagi rakyat Indonesia karena presidennya tidak mendapat tempat yang layak di kancah dunia,” ucapnya. Dikutip dari Wartaekonomi, Sabtu, 14 Mei 2022.
Sebelumnya, Presiden Jokowi dan rombongan datang ke Amerika serikat tanpa disambut petinggi negara AS.
Presiden Jokowi hanya disambut Duta Besar Indonesia untuk AS Rosan Roeslani.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI (Kemenlu RI) menjelaskan alasan Presiden Jokowi yang tak disambut oleh pejabat tinggi Amerika Serikat setibanya di Washington.
Presiden Jokowi tengah melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat dalam rangka menghadiri ASEAN-US Special Summit atau KTT ASEAN-US.
Juru Bicara Kemenlu RI Teuku Faizasyah menyampaikan, terdapat perbedaan protokol penyambutan bagi kepala negara untuk pertemuan yang bersifat kunjungan kerja semi-multilateral dan bilateral.
Kunjungan Jokowi ke AS kali ini bersifat semi-multilatral lantaran ia hadir sebagai bagian dari ASEAN.
“Kita mencatat sifat kunjungan adalah kunjungan kerja yang mengedepankan sisi substansi kunjungan tersebut.
Kita juga melihat saat penerimaan ketibaan mendapat treatment yang sama semua kepala negara ASEAN juga diterima pada level pejabat senior protokoler Kemenlu AS,” ujar Faizasyah.
Jokowi menempuh perjalanan lebih kurang 24 jam penerbangan dari Jakarta dengan transit di Amsterdam, Belanda, sebelum akhirnya pesawat Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GIA-1 tersebut mendarat di bandara milik militer Amerika Serikat.
Faizasyah pun mengatakan, ketidakhadiran pejabat tinggi AS saat Jokowi tiba juga bukan hal yang perlu dirisaukan.
Ia justru menyayangkan pihak-pihak yang justru lebih menyoroti hal-hal yang bersifat teknis protokoler ketimbang esensi dari pertemuan negara-negara ASEAN dengan Amerika Serikat tersebut.
“Kita tidak melihat ada hal yang perlu dirisaukan,” kata Faizasyah. (TERKINI)