Juru Bicara IDF Daniel Hagari Dipecat

eramuslim.com - Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa Juru Bicara Angkatan Darat Israel, Brigadir Jenderal Daniel Hagari, tidak mendapat kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal, bahkan diberhentikan dari jabatannya.
Pemecatan ini dilakukan oleh Kepala Staf baru tentara Israel, Mayor Jenderal Eyal Zamir, yang secara resmi memberhentikan Hagari dari posisinya.
Zamir turut menyampaikan apresiasinya atas dedikasi Hagari selama bertugas.
"Penghargaan yang besar atas tahun-tahun pengabdian Hagari yang signifikan bagi Israel," ujarnya, seperti dikutip dari Anadolu Ajansi pada Minggu, 9 Maret 2025.
Dalam pernyataan yang sama, tentara Israel menegaskan bahwa Hagari menjalankan tugasnya dengan profesionalisme dan dedikasi tinggi.
"Ia bekerja secara profesional dan dengan dedikasi selama salah satu perang paling rumit dalam sejarah Israel," demikian pernyataan militer Israel.
Sebelum menjabat sebagai juru bicara militer, Daniel Hagari merupakan komandan unit elit Angkatan Laut Israel, Shayetet 13. Selama perang, ia dikenal sebagai wajah publik militer Israel dan kerap muncul di hadapan media untuk menyampaikan perkembangan situasi.
Di saat para pemimpin politik Israel lebih memilih untuk diam, Hagari tetap tampil di depan publik, termasuk dalam menghadapi berbagai situasi sulit selama perang berlangsung.
Antara 7 Oktober 2023 hingga 19 Januari 2025, dengan dukungan Amerika Serikat dan Eropa, pasukan Israel melancarkan serangan terhadap Gaza yang menyebabkan sekitar 160.300 warga Palestina tewas atau terluka, mayoritas di antaranya wanita dan anak-anak. Selain itu, lebih dari 14.000 orang masih dinyatakan hilang.
Pemecatan Hagari memicu berbagai spekulasi terkait dinamika internal dalam tubuh militer Israel, terutama di tengah perang yang masih berlangsung.
(Sumber selengkapnya: RMOL)