Kaesang Direkrut PSI, Apakah PDIP Tegur Keluarga Jokowi?

eramuslim.com - Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Umar Hasibuan, memberikan reaksi soal bergabungnya putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Gus Umar sapaan akrabnya, menyinggung aturan PDIP yang tidak boleh sebuah keluarga yang berbeda Partai.
"Di aturan PDIP tak boleh satu keluarga beda partai," ujar Gus Umar dalam cuitan Twitternya (23/9/2023).
Seperti diketahui, Jokowi merupakan kader PDIP yang diusung menjadi Capres pada dua periode berturut-turut.
Gus Umar kemudian menarik sebuah contoh. Gubernur Maluku Murad Ismail dipecat PDIP karena istrinya bergabung dengan PAN.
Atas hal tersebut, PDIP memecat Murad Ismail sebagai Ketua DPD PDIP Maluku.
Pemecatan itu disebut dilakukan akibat sikapnya yang emosional dan kurang terpuji ketika PDIP melakukan konfirmasi terhadap Murad Ismail terkait kabar istrinya yang masuk PAN.
"Contoh Gubernur maluku dipecat karena istrinya PAN," tukasnya.
Melihat Kaesang masuk PSI dan disodorkan jabatan strategis, Gus Umar lantas mempertanyakan terkait peraturan PDIP pada keluarga Jokowi.
"Sekarang apakah peraturan ini berlaku buat keluarga pak Jokowi," kuncinya.
Sebelumnya, Putra bungsu Presiden Jokowi Kaesang resmi menjadi kader PSI dan telah menerima friendship card atau kartu tanda anggota (KTA) PSI.
Pada foto friendship card yang dicetak versi besar dengan logo PSI yang beredar, terlihat nama Kaesang Pangarep, dan nomor anggota S317420230151515.
Dalam penyerahan KTA yang digelar di kediaman Kaesang di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo itu, Kaesang didampingi sang istri, Erina Gudono.
Kaesang sendiri menyebut, keputusan itu dilakukan karena kesamaan visi dan misi yang dimiliki oleh dirinya maupun PSI. (sumber: fajar)