Kandidat Wapres AS: Israel Boleh Serang Iran Tanpa Izin Washington
Jelas sudah akan seperti apa kebijakan pemerintah AS setelah presiden baru nanti terpilih. Baik kandidat dari Partai Republik maupun kandidat Partai Demokrat dengan terang benderang menunjukkan keperpihakannya pada rezim Zionis Israel, tak peduli rezim penjajah itu banyak melakukan pelanggaran hukum internasional dan kesepakatan, terutama di wilayah Palestina.
Kali ini, dukungan buta terhadap rezim Zionis Israel ditunjukkan oleh Joe Biden, kandidar wakil presiden dari Partai Demokrat. Ia mengatakan, Israel bisa mengambil langkah apa saja terhadap Iran termasuk melakukan serangan militer, tanpa harus menunggu persetujuan Washington. Biden mengungkapkan hal itu dengan alasan Israel berhak untuk mempertahankan diri.
"Israel punya hak absolut untuk mempertahankan diri, Israel tidak perlu menanyakannya pada kami, " kata Biden seperti dikutip The Jerusalem Post edisi Rabu (3/9).
"Ini bukan sebuah pertanyaan buat kami untuk mengatakan pada Israel apa saja yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan, " sambung Biden.
Pernyataan Biden seolah mementahkan kembali pemberitaan yang muncul belakangan ini bahwa pemerintahan Bush mengurungkan niatnya untuk memilih opsi militer untuk menghancurkan fasilitas-fasilitas nuklir Iran. The Washington Post awal Agustus kemarin, mengutip pernyataan seorang pejabat AS yang tidak mau disebut jati dirinya. Pejabat itu mengatakan bahwa seluruh jajaran di Gedung Putih ini, termasuk kantor wakil presiden, sudah menyepakati opsi militer bukan pilihan terbaik, setidaknya untuk saat ini. (ln/prtv)