eramuslim

Kasus PIK 2 Disebut Membuka Topeng Pejabat, Said Didu: Banyak yang Ternyata Jongos Oligarki

[caption id="attachment_412970" align="alignnone" width="341"] (Foto: Tangkapan Layar X @msaid_didu)[/caption]

eramuslim.com - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, kembali menarik perhatian publik melalui unggahannya di platform media sosial X.

Dalam cuitannya, ia menyoroti kasus Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 yang menurutnya telah mengungkap banyak pejabat yang ternyata menjadi pelayan oligarki.

"Kasus PIK2 membuka topeng banyak pejabat yang ternyata adalah jongos Oligarki pejabat siapa saja yang bisa dikategorikan jongos Oligarki?," ujar Said Didu pada 30 Januari 2025.

Unggahan tersebut langsung mendapat respons luas, dengan lebih dari 94 ribu tayangan serta ribuan interaksi dari warganet.

Pernyataan Said Didu muncul sebagai tanggapan terhadap polemik yang berkembang terkait dugaan penguasaan lahan berskala besar di kawasan PIK 2. Isu ini pun menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana keterlibatan para pejabat dalam proyek tersebut.

Sejumlah tokoh turut memberikan tanggapan terhadap unggahan ini. Mantan Kabareskrim Polri, Komjen Purn Susno Duadji, misalnya, menegaskan bahwa kasus PIK 2 telah memperlihatkan bagaimana sejumlah pejabat menjadi pelayan oligarki.

"Kasus PIK 2 banyak pejabat ketahuan jadi jongos oligarki; semua orang jadi tahu siapa si jongos," tulis Susno Duadji dalam kolom komentar.

Sementara itu, elite Partai Gerindra, Arief Poyuono, menanggapi isu tersebut dengan nada satir.

"Kapan oligarki mulai ada.. ya," tulisnya, seolah menyindir bahwa praktik oligarki sudah berlangsung lama di Indonesia.

(Sumber selengkapnya: Fajar)