Kekacauan Kongo: Ribuan Napi Kabur, Ratusan Wanita Diperkosa dan Dibakar Hidup-Hidup
[caption id="attachment_413705" align="alignnone" width="495"]
(Foto: Tangkapan layar X @VoiceOfCongo)[/caption]
eramuslim.com - Situasi di Goma, kota terbesar di timur Republik Demokratik Kongo, masih dilanda kekacauan setelah wilayah tersebut dikuasai oleh pemberontak M23 yang didukung oleh Rwanda.
Kerusuhan di kota itu menyebabkan ribuan narapidana melarikan diri dari Penjara Munzenze. Insiden ini berujung pada tragedi mengerikan di mana ratusan narapidana wanita menjadi korban kekerasan seksual dan dibakar hidup-hidup setelah bagian penjara mereka dibakar habis.
Wakil kepala pasukan penjaga perdamaian PBB di Goma, Vivian van de Perre, membenarkan adanya serangan tersebut.
“Terjadi pelarian besar-besaran dari penjara yang melibatkan 4.000 tahanan yang melarikan diri. Beberapa ratus wanita juga berada di penjara tersebut. Mereka semua diperkosa dan kemudian mereka membakar bagian tahanan wanita. Mereka semua meninggal setelahnya,” ujarnya, seperti dilaporkan Guardian pada Rabu, 5 Februari.
Foto yang diambil pada 27 Januari memperlihatkan asap hitam membubung dari kompleks penjara, sementara video yang beredar di media sosial menunjukkan sekelompok narapidana melarikan diri dari lokasi tersebut.
Pasukan PBB hingga kini belum dapat masuk ke area tersebut untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut karena adanya pembatasan yang diberlakukan oleh M23.
Di tengah situasi yang semakin memburuk, sekitar 2.000 jenazah masih menunggu pemakaman di Goma.
Saat ini, kota berpenduduk lebih dari satu juta jiwa itu telah sepenuhnya berada di bawah kendali M23.
PBB memperingatkan bahwa kekerasan seksual telah digunakan sebagai senjata dalam konflik ini. Serangan terhadap warga sipil terus berlanjut, sementara upaya bantuan kemanusiaan mengalami hambatan.
(Sumber selengkapnya: Kumparan)