Kembali Ke Afghanistan, Obama Setujui Perluas Kewenangan Pasukan Militer AS Melawan Taliban
[caption id="attachment_134228" align="alignnone" width="1200"]
A US soldier belonging to the NATO-led International Security Assistance Force (ISAF) walks during a patrol outside Bagram airbase, 50 kms north of Kabul on February 28, 2009. Around 17,000 extra US troops earmarked for Afghanistan will deploy as fast as possible and thousands more are requested for August elections.Afghan President Hamid Karzai ordered on February 28 that presidential elections be held by April, months earlier than a date of August 20 set by the voting authority because of security and logistic issues. In a decree that comes after weeks of consultations about the controversial date, Karzai said the Independent Election Commission had to conduct the elections according to provisions of the constitution. AFP PHOTO/SHAH Marai (Photo credit should read SHAH MARAI/AFP/Getty Images)[/caption]
Eramuslim – Kamis tengah malam 9 Juni 2016, Presiden Amerika Serikat Barack Obama setuju untuk memberikan kewenangan lebih besar kepada militer AS untuk membantu dan menemani pasukan Afghanistan memerangi gerilyawan Taliban.
Keputusan ini diambil Obama setelah lebih dari setahun berakhirnya misi tempur pasukan internasional di Afghanistan yang kembali diambil alih pasukan pemerintah.
“Keputusan ini memungkinkan militer AS di Afghanistan untuk menggunakan pasukan militer dan kekuatan udaranya membantu pasukan pemerintah memerangi gerilyawan Taliban,” ujar pejabat senior AS yang tidak mau disebutkan namanya kepada Reuters.
Sementara itu dalam konteks terkait, Presiden Obama dikabarkan akan membatalkan rencana pengurangan 9.800 tentara AS menjadi 5.500 personel di awal tahun 2017, setelah sejumlah sekelompok pensiunan jenderal dan diplomat senior AS meminta Obama untuk mengurungkan niatnya tersebut.
Pensiunan jenderal ini menganggap bahwa penarikan sebagian besar kekuatan darat AS di Afghanistan dapat melemahkan perang melawan gerilyawan Taliban. (Skynewsarabia/Ram)