Kepergian yang Tak Wajar, UGM Tuntut Keadilan atas Kematian Diplomat Kemlu

Eramuslim.com - Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia atas meninggalnya Arya Daru Pangayunan, diplomat muda yang juga alumnus S-1 Hubungan Internasional UGM angkatan 2005. Arya ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa pagi, 8 Juli 2025, dalam kondisi yang mencurigakan: wajah terbungkus lakban dan tubuh berselimut.
Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Arie Sujito, menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus desakan agar kasus ini diusut tuntas. “Jika kematian almarhum tampak tidak wajar, maka negara wajib mengusut demi rasa kemanusiaan dan perlindungan terhadap warganya,” tegas Arie.
Duka juga disampaikan oleh Ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional UGM, Nur Rachmat Yuliantoro, yang mengenang Arya sebagai sosok andal dan kebanggaan kampus. “Dikenal sebagai diplomat yang handal, Daru adalah kebanggaan kita semua,” ujarnya.
ADP (39) ditemukan tak bernyawa sekitar pukul 08.30 WIB oleh pihak kos. Polisi mencatat posisi korban berada di atas tempat tidur, dengan kepala tertutup lakban kuning dan berselimut biru dongker. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, dan barang-barang pribadi milik korban tidak ada yang hilang.
Kapolsek Menteng, Kompol Rezha Rahandhi, menyatakan bahwa aktivitas terakhir korban terekam CCTV, termasuk saat Arya terlihat membuang sampah dan menyapa penjaga kos sekitar pukul 22.00 malam sebelumnya. Ia juga sempat terlihat makan di dapur kos, diduga setelah memesan makanan via ojek daring.
Barang Bukti dan Pendalaman Kasus
Polisi telah menyita sejumlah barang bukti dari tempat kejadian perkara (TKP), termasuk lakban, kantong plastik, pakaian korban, serta dompet dan identitas pribadi. Beberapa obat seperti pereda sakit kepala dan obat lambung juga ditemukan, yang kini tengah didalami untuk mengetahui keterkaitannya, termasuk kemungkinan riwayat penyakit dari istri korban.
Meski hasil olah TKP awal menunjukkan tidak ada kekerasan fisik, pihak kepolisian tetap mendalami kemungkinan lain, termasuk memeriksa lebih lanjut rekaman CCTV yang tersimpan dalam memori kamera.
Respon Kementerian Luar Negeri
Kementerian Luar Negeri RI melalui juru bicaranya, Rolliansyah “Roy” Soemirat, membenarkan bahwa Arya Daru merupakan diplomat aktif yang bertugas di kementerian tersebut. “Benar, yang bersangkutan adalah staf Kemenlu dan telah meninggal dunia di kediamannya,” ujar Roy
Sumber: Metro TV News dan CNN Indonesia