Khawatirkan Apa?, Direktur Televisi Aljazair Dipecat Gegara Siarkan Kemenangan Maroko Atas Portugal

Para penggawa Maroko gembira usai menang dari Spanyol di Piala Dunia 2022, Selasa, 6 Desember 2022.-Twitter/@FIFAWorldCup-
eramuslim.com - Kepala Lembaga Televisi Publik (EPTV), Chabane Lounakel dipecat dari jabatannya sebagai direktur umum oleh Pemerintah Aljazair setelah jaringan EPTV menyiarkan kemenangan tim Nasional Maroko melawan Portugal.
Penayangan skor dan kemenangan timnas Maroko oleh jaringan EPTV belum pernah terjadi sebelumnya.
Sebab media pro-rezim Aljazair menghindari pelaporan prestasi tim nasional Maroko selama Piala Dunia 2022.
Mengutip pernyataan dari Kementerian Komunikasi Aljazair, kantor berita Aljazair APS melaporkan Chabane Lounakel dipecat dan digantikan oleh Nadir Boukabes.
Namun, pernyataan itu tidak merinci alasan di balik pemecatan Dirjen EPTV yang dilantik pada Mei 2021 itu.
Ini bukan pertama kalinya Aljazair memilih untuk mempolitisasi olahraga.
Pada bulan November, saluran televisi Aljazair TV2 Algerie memicu kontroversi setelah menampilkan hasil tiga pertandingan namun mengabaikan penayangan kemenangan 2-0 Maroko melawan Belgia di Piala Dunia.
Di tengah dukungan terus menerus dari jutaan orang Arab dan Afrika dari seluruh dunia, tidak ada pejabat Aljazair yang memberi selamat kepada Maroko karena lolos ke semifinal.
Maroko menjadi negara Arab dan Afrika pertama yang lolos ke fase semifinal dalam sejarah Piala Dunia.
Pemecatan Lounakel memicu kekhawatiran beberapa media, termasuk outlet berita Le Matin d'Algerie.
“Seringnya pergantian dirjen terus berlanjut. Nadir Boukabes sebelumnya menjabat sebagai direktur berita EPTV. Posisi CEO grup televisi publik yang tidak menyenangkan adalah kursi pelontar yang nyata," tulis pernyataan Le Matin d'Algerie dikutip Marocco Word News, Selasa 13 Desember 2022.
"Enam direktur jenderal dipecat, tiga di antaranya oleh Tebboune sendirian dalam masa pemerintahannya yang singkat selama tiga tahun. Ketidakstabilan yang mengejutkan."
Saluran online Aljazair telah menunjukkan bahwa banyak warga Aljazair telah menyatakan kegembiraannya setelah Maroko lolos ke semifinal Piala Dunia.
Banyak yang terlihat mengibarkan bendera Maroko dan Aljazair untuk merayakan kemenangan Maroko melawan Portugal pada hari Sabtu lalu.
Aljazair memutuskan hubungan dengan Maroko pada Agustus 2021, menuduh Rabat menyebabkan kebakaran hutan di wilayah Kabylia. Maroko menyesali keputusan Aljazair dan menolak klaim rezim tersebut.
Negara Afrika Utara itu juga menekankan akan selalu menjadi mitra yang kredibel dan setia bagi warga Aljazair.
Ketegangan antara kedua negara berlangsung selama beberapa dekade karena rezim Aljazair mendukung Front Polisario, kelompok separatis yang menantang integritas dan kedaulatan wilayah Maroko atas Sahara Barat. (Sumber: FIN)