free hit counters
 

Anjing dan Kucing (2)

Al Furqan – Jumat, 24 Oktober 2014 15:00 WIB

dogandcatLalu kenapa anjing? Ternyata hewan ini masih bisa menunjukkan kesetiaan ketika kesetiaan itu sulit didapat dari manusia. Di satu sisi saya mengeluh ketika pertama kali mengetahui bahwa saya harus hidup serumah dengan anjing, walau ia di lantai bawah, dan saya di lantai atas.

Tetapi di sisi lain, betapa banyak pelajaran yang saya dapati dari hewan ini. Bahkan saya sempat berpikir rasanya perlu ada ahli-ahli hewan di negeri ini. Maksud saya bukan ahli anatomi hewan, tetapi ahli perilaku hewan.

Ya, perilaku hewan ini dapat dipelajari untuk kebaikan manusia. Tentu saudaraku mengetahui bahwa hanya karena melihat perilaku hewan yang berbeda dari biasanya, maka sekelompok masyarakat menyadari bahwa akan datang bencana ke daerah mereka, dan mereka pun terhindar hanya karena mengikuti isyarat dari hewan yang sudah mereka kenal sehari-hari.

Bila Frau Weiergraeber pergi tanpa membawa Semy, maka hanya satu yang dilakukan Semy, ia duduk di dekat pintu rumah, dan menunggu. Ya, menunggu hingga Frau Weiergraeber pulang. Sering saya mendengar suara Semy ketika sedang duduk ini. Saya tidak tahu, tetapi rasanya suara yang keluar dari Semy itu layaknya tangisan.

Matanya pun terpancar seolah memang kesedihan yang sedang dirasakannya. Dan bila Frau Weiergraeber pulang, maka Semy ini akan heboh. Ia berlari kesana kemari, melompat-lompat, terus menggonggong. Saya yang melihatnya hanya bisa menangkap betapa sang anjing merindukan pertemuan dengan tuannya.

Semy ini hanya ribut jika Frau Weiergraeber ada di rumah. Setiap saya pulang ke rumah dan membuka pintu, hampir selalu Semy ini berlari mendekati saya sambil menggonggong. Ia hanya mendekati saya sambil melakukan gerakan-gerakan yang saya sendiri tidak mengerti dan sulit menjelaskannya di sini.

Pernah saya tanyakan pada Frau Weiergraeber, Semy ini marah atau ingin mengajak saya bermain dengannya, Frau Weiergraeber hanya menjawab bahwa memang begitu tingkahnya jika ada orang datang. Bahkan jika yang datang adalah Frau Weiergraeber sendiri, tingkah Semy lebih dari ketika menyambut saya. Frau Weiergraeber mengungkapkan bahwa Semy ini mengajak main. Saya sendiri mana ada minat bermain dengan anjing.

Biasanya yang saya lakukan jika mendapati Semy bertingkah seperti ini adalah menjaga agar dia tidak menyentuh pakaian saya dan hanya menyapanya. Selanjutnya tidak saya layani ajakan dia untuk bermain. Lucunya, Semy hanya duduk manis di dekat pintu tanpa ada gerakan dan gonggongan ketika saya pulang bila Frau Weiergraeber sedang tidak ada di rumah.

Selain Semy, di rumah kami juga ada seekor kucing. Frau Weiergraeber hanya memanggilnya dengan Katze[1]. Yang pertama kali saya kagumi ketika mendapati dua hewan ini berada dalam satu rumah adalah keakuran mereka. Cukup sering juga Semy mengajak Katze bermain. Katze juga cukup sering mengeluskan kepalanya ke badan Semy seperti bermanja.

Bila kucing ini sedang di balkon, dan pintu balkon sudah ditutup oleh Frau Weiergraeber karena hari sudah beranjak malam, maka melihat kucing ini yang berusaha mencari jalan masuk ke balkon, Semy pun menggonggong di dekat pintu balkon yang membuat Frau Weiergraeber menjadi terganggu karena sedang menonton TV. Suara keras Frau Weiergraeber yang menyuruh Semy diam tidak mampu membuat hewan itu diam. Anjing ini baru diam bila pintu balkon dibuka dan sang kucing bisa masuk ke dalam rumah.

Setiap pagi, yang sarapan di rumah kami adalah keempat penghuni. Saya, Frau Weiergraeber, Semy, dan Katze. Kami semua makan di dapur. Makanan untuk Semy dan Katze ditaruh di lantai dalam mangkuk yang terpisah, tetapi biasanya Semy suka ikut memakan jatah sang kucing walau kucing sendiri masih memakannya. Bila ini terjadi, biasanya Katze mengalah dan mundur dari tempat makannya. Semy tentu saja leluasa makan jatah temannya itu. Tetapi bila hal ini diketahui Frau Weiergraeber, maka kalaulah bisa dikatakan Frau Weiergraeber marah, rasanya di sinilah waktunya. Frau Weiergraeber akan membentak Semy dan menyuruhnya pergi dari tempat makan si kucing. Bila Semy masih membandel, kaki pun dipergunakan Frau Weiergraeber untuk menghalau Semy dari tempat yang bukan haknya. Setelah itu Semy pun pergi dari tempat makan sang kucing tetapi masih sedikit memperhatikan tempat makan yang baru saja ditinggalkannya itu.

Semy berumur lima tahun dan Katze berumur dua kali dari Semy. Frau Weiergraeber mengatakan bila sehat, kucing berumur lebih lama dari anjing. Semy sendiri memang dibeli oleh Frau Weiergraeber, tetapi sang kucing dahulunya adalah milik tetangga, dan ketika sang tetangga meninggal, maka yang memelihara kucing itu adalah Frau Weiergraeber.

Semy pun tidur bersama Frau Weiergraeber. Bila menonton TV di malam hari, biasanya Semy suka minta didekap oleh Frau Weiergraeber, dan Frau Weiergraeber pun memenuhi keinginan sang anjing. Saya yang tidak biasa melihat pemandangan ini tentu merasa sedikit tidak berselera, bagaimana Frau Weiergraeber bisa tahan dengan bau anjing. (Bersambung)

Catatan :

[1] Kucing

Kisah Terbaru

blog comments powered by Disqus