free hit counters
 

Anjing dan Kucing (3)

Al Furqan – Jumat, 24 Oktober 2014 16:00 WIB

dogandcatPernah saya tanyakan pada Frau Weiergraeber kenapa orang Jerman lebih banyak memelihara anjing ketimbang kucing, maka jawaban Frau Weiergraeber adalah kedua hewan ini mampu berlaku sebagai teman bagi manusia, hanya saja anjing lebih mampu berekspresi yang kemudian diterjemahkan manusia sebagai ekspresi persahabatan.

Alasan lainnya, anjing terlihat mengerti apa yang diminta manusia. Ketika memberi makan, Frau Weiergraeber akan menyuruh Semy untuk tidak meloncat mengambil makanan di tangannya. Frau Weiergraeber akan menyuruh Semy duduk manis dan makan dari makanan yang diulurkan oleh Frau Weiergraeber, dan Semy pun melakukan itu.

Semy sendiri punya tempat istirahat yang ditaruh di dekat televisi. Bila Frau Weiergraeber menyuruh Semy untuk pergi ke tempatnya, maka yang saya lihat adalah anjing yang berjalan layaknya anak kecil berjalan ke kamar mereka. Tentu saja saya kadang tersenyum melihat fenomena ini.

Pernah saya tanyakan pada Frau Weiergraeber kenapa orang Jerman lebih banyak memelihara anjing ketimbang kucing, maka jawaban Frau Weiergraeber adalah kedua hewan ini mampu berlaku sebagai teman bagi manusia, hanya saja anjing lebih mampu berekspresi yang kemudian diterjemahkan manusia sebagai ekspresi persahabatan.

Alasan lainnya, anjing terlihat mengerti apa yang diminta manusia. Ketika memberi makan, Frau Weiergraeber akan menyuruh Semy untuk tidak meloncat mengambil makanan di tangannya. Frau Weiergraeber akan menyuruh Semy duduk manis dan makan dari makanan yang diulurkan oleh Frau Weiergraeber, dan Semy pun melakukan itu.

Semy sendiri punya tempat istirahat yang ditaruh di dekat televisi. Bila Frau Weiergraeber menyuruh Semy untuk pergi ke tempatnya, maka yang saya lihat adalah anjing yang berjalan layaknya anak kecil berjalan ke kamar mereka. Tentu saja saya kadang tersenyum melihat fenomena ini.

Suatu saat ketika saya sedang berjalan melewati perladangan menuju tempat pemberhentian kereta, saya bertemu dengan salah seorang pensiunan profesor Forschungszentrum Juelich, dan lucunya dia berasal dari institut yang sama dengan tempat saya mengerjakan tesis. Dia tanyakan kabar beberapa koleganya, maka saya pun menjawab apa yang saya ketahui. Salamnya pun saya sampaikan pada kolega-koleganya di institut saya.

Setiap berpapasan dengannya, dia selalu membawa anjingnya. Ketika saya tanyakan pada Bung Azhar apakah beliau mengenal orang ini, maka Bung Azhar menjawab dia tahu dan kemudian mengatakan pada saya bahwa biasanya orang ini membawa anjingnya jalan-jalan di pagi hari, siang, dan sore hari. Frau Weiergraeber juga sudah punya jadwal membawa Semy keluar rumah. Dahulu saya kira mereka hanya ingin jalan-jalan bersama anjingnya.

Tetapi rupanya alasan utama mereka membawa anjing mereka keluar rumah adalah untuk menemani sang anjing membuang kotorannya. -tamat-

loading...

Kisah Terbaru

blog comments powered by Disqus