eramuslim

Kisruh Tilang ETLE, Gegara Plat Nomor Palsu Banyak Warga Mengeluh

Eramuslim - Waspada, sekarang ada saja ulah orang untuk menghindar terkena tilang elektronik. Salah satunya membuat plat nomor polisi (nopol) palsu. Akibatnya, mereka yang melanggar lalulintas, orang lain yang punya plat nopol asli yang terkena getahnya.

Kasus ini banyak dikeluhkan warga. Pasalnya, saat mereka mengurus pembayaran STNK tahunan, mereka diharuskan membayar denda tilang untuk pelanggaran lalu lintas yang tidak dilakukannya.

Salah satu kasus menimpa salah seorang pemotor bernama Vivi. Perempuan usia 32 tahun ini menjadi korban pemalsuan plat nomor kendaraan. Vivi harus menanggung sanksi tilang elektronik (ETLE) atas pelanggaran lalu lintas yang tidak pernah dilakukannya.

Warga Jatiwaringin, Jakarta Timur, ini kaget saat mengetahui bahwa sepeda motor miliknya tercatat menerobos lampu merah di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Padahal, Vivi tidak pernah berkendara ke Cengkareng.

"Saya rumah di Jatiwaringin, kerja di Cibubur, ngapain ke Cengkareng siang-siang, di hari kerja pula," keluh Vivi saat berada di Posko ETLE Subditgakkum, Jl. Letjen M.T. Haryono, Tebet, Jakarta Selatan (13/5).

"Motor saya Scoopy coklat, lhah di foto yang melanggar itu Beat putih.. Aneh kan," ujar Vivi.

Kejadian serupa juga menimpa Dono, 29. Warga Kelapa Gading ini , warga Jakarta. Motornya Beat hitam namun dituding melakukan pelanggaran tilang elektronik dan setelah mengecek foto buktinya yang melakukan pelanggaran motor NMAX putih.

"Itu jelas bukan motor saya, namun aneh plat nopolnya kok bisa sama...," kata Dono heran.

Kejadian ini bermula saat ia iseng mengecek data kendaraan secara online. Dono pun terkejut saat mengetahui bahwa motornya tercatat melakukan pelanggaran lalu lintas di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Plat dia pasti palsu. Motor saya Beat hitam, sedangkan dia yang melanggar NMAX, lah ini kan udah beda motor,” ungkap Dono yang kemudian langsung membuat sanggahan.

“KIta bikin sanggahan, mau ngelapor kalau bukan saya yang melanggar...,” katanya.

Dono heran dengan adanya pemalsuan plat nomor ini. Dia diharuskan menyanggah dan prosesnya cukup memakan waktu. "Seharusnya polisi kan yang mengusut dan menindak pemalsuan nopol ini, saya cuma melapor, bukan saya yang memproses semuanya," ujar Dono kesal karena dia pekerja kantor yang harus bekerja dari hari Senin sampai Jumat, dari pagi sampai sore, tiap harinya. [kk]