eramuslim

Bukannya Bentuk Pan-Islam, Negara-Negara Arab Justru Bangun Tembok-Tembok Pemisah

Tembok pembatas Mesir-GazaEramuslim – Sebuah situs analisis Timur Tengah “Middle East Briefing” mencibir sikap negara-negara Arab yang sibuk mendirikan tembok pembatas di sepanjang perbatasan mereka dibandingkan dengan membantu para pengungsi yang menjadi korban perang.

Dalam terbitannya hari Senin (07/09) kemarin, Middle East Briefing menyatakan, “Dahulu di tahun 60 bangsa-bangsa Arab seperti Mesir, Suriah, dan Jordania memutuskan untuk membentuk persatuan Arab. Akan tetapi kini mereka sibuk untuk membangun tembok pembatas yang akan melindungi mereka.”

Menurut Middle East Briefing, yang menjadi masalah bukanlah dinding yang terbuat dari batu bata dan semen, akan tetapi dinding-dinding yang tidak terlihat dan dibangun di sekitar pikiran setiap warga negara di dunia Arab.

Negara mana saja yang dimaksud Middle East Briefing? Berikut sedikit ulasannya;

Dinding antara Mesir dan Gaza

Setelah menderita akibat blokade Zionis Israel sejak akhir tahun 2006 lalu, kondisi di Jaur Gaza kini diperparah dengan penutupan perlintasan Rafah yang menjadi akses satu-satunya bagi warga Palestina berhubungan dengan dunia luar.

Pemerintah Mesir beralasan bahwa pendirian ini bertujuan untuk mencegah penyelundupan yang terjadi di perbatasan Rafah- Jalur Gaza.

Dinding antara Tunisia dan Libya

Setelah serangan berdarah yang menewaskan 38 turis asing di sebuah pantai Tunisia pada 26 Juni lalu, pemerintah Tunis memutuskan membangun dinding di perbatasan dengan Libya untuk mencegah aksi penyelundupan senjata ataupun imigran gelap yang akan atau meninggalkan Tunisia.

Dinding antara Arab Saudi dan Yaman

Dilengkapi dengan teknologi sensor gerak dan kamera, dinding setinggi 10 meter dibangun Arab Saudi untuk menutup perbatasan dengan Yaman sejauh 1100 mil.

Dinding ini sendiri dibangun Kerajaan Arab Saudi sejak bulan April lalu.

Dinding antara Arab Saudi dan Irak

Awal tahun 2015, pemerintah Riyadh memutuskan untuk membangun pagar di sepanjang perbatasan dengan Irak.

Menurut sumber pemerintah setempat menyatakan bahwa meskipun faktanya bahwa panjang pagar ini tidak melebihi 600 mil, akan tetapi pekerjaannya lebih rumit dari dinding pembatas selatan dengan Yaman.

Dinding antara Yordania, Suriah dan Irak

Jordan mulai membangun "tembok pintar" di sepanjang perbatasan dengan Suriah dan Irak, setelah organisasi Negara Islam mengontrol gurun di kedua negara

Hingga kini pekerjaan pagar pembatas tersebut masih berlangsung di sepanjang perbatasan.

Dinding antara Turki dan Suriah

Agustus 2014, pemerintah Ankara memutuskan untuk membangun dinding di perbatasan dengan Suriah.

Bagian pertama dinding ini terletak di sebelah selatan kota Turki Rihanli, yang hingga saat ini masih dalam proses pengerjaan. (Rassd/Ram)